LAPORAN PERCOBAAN 2 PENENTUAN KELAS KELARUTAN

 

Laporan Akhir Hasil Praktikum Penentuan Kelas Kelarutan

PENENTUAN KELAS KELARUTAN



 

        NAMA   : CYNTIA WIDI UDYA

                                                          NIM        : A1C119011

 

 

DOSEN PENGAMPU:

 

Dr. Syamsurizal., M.Si

  

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

 

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

 

UNIVERSITAS JAMBI

 

2021

 

VII. DATA PENGAMATAN

NO

PROSEDUR KERJA

FUNGSI ALAT DAN BAHAN

TUJUAN

HASIL

1.      

Dimasukkan air sebanyak 100 ml ke dalam gelas

1.Gelas bening digunakan untuk sebagai penampung sample / bahan sementara, atau bisa digunakan sebagai penyimpan zat sementara.

Memasukkan air kedalam gelas bertujuan agar air bisa terukur dengan benar  dan sesuai dengan ukuran yang diharapkan.

Belum terjadi perubahan .

2.      

Dimasukkan 1 sendok teh garam kedalam gelas lalu aduk hingga garam larut

1.     Sendok teh digunakan untuk  Mengambil bahan   kimia padat.

2.     Garam digunakan sebagai zat terlarut yang bisa larut dalam sejumlah pelarut .

Agar sesuai dengan takaran yang sudah ditentukan

-pada sendok ke-1 garam terlarut dan belum terjadi perubahan warna pada air.

-pada sendok ke-2 mulai terjadi perubahan warna pada air,tetapi belum terjadi endapan

-pada sendok ke-3 warna agak keruh dan beberapa butir garam mulai mengendap.

-pada sendok ke-4 warna air bertambah keruh dan garam mengendap didasar larutan.

3.      

Diulangi langkah 2 hingga garam tidak larut lagi

Sendok teh digunakan untuk  Mengambil bahan   kimia padat.

Garam digunakan sebagai zat terlarut yang bisa larut dalam sejumlah pelarut .

Agar sesuai dengan takaran yang akan digunakan

Garam mengendap dan tidak dapat terlarut lagi

 

VIII. PEMBAHASAN

        Garam merupakan suatu zat terlarut yang sangat mudah untuk larut. Kelarutan atau solubility merupakan suatu hasil dari sebuah jumlah maksimum sebuah senyawa yang dapat dengam mudah larut dalam sebuah pelarut atau kelarutan adalah zat yang dapat dengan mudah larut pada sejumlah pelarut. Mol per liter merupakan suatu satuan dalam sebuah kelarutan. Molaritas sama dengan satuan kelarutan , makanya dapat dikatakan bahwa massa sebuah kelarutan adalah kpnsentrasi suatu zat yang bisa larut dalam sebuah pelarut.

        Kelarutan mempunyai 3 sifat kelarutannya , yaitu ada :

1). Larutan yang merupakan larutan yang dikatakan belum jenuh

2). Larutan yang merupakan larutan yang dikatakan tepat jenuh

3). Larutan yang merupakan larutan yang dikatakan lewat jenuh

Ketika melakukan suatu uji coba dalam melarutkan 1 sendok suztu zat terlarut,yaitu garam dapur kedalam sebuah 1 gelas air, maka didapatkan sebuah hasil garam tersebut akan larut. Nah dari situlah kita tau bahwa garam merupakan sebuah  pelarut.

        Setelah dilakukannya percobaan tentang penentuan kelas kelarutan ini didapatka sebuah hasil ,yaitu pada sendok yang pertama garam tersebut dapat larut atau terlarut dan belum menghasilkan perubahan warna pada air. Pada sendok kedua sudah keliatan bahwa mulai terjadi suatu perubahan warna yang ada di air, tetapi belum didapatkan endapan. Pada saat sendok yang ketiga, warna yang terdapat pada dalam gelas agak keruh dan beberapa butir garam didalam gelas sudah mulai mengendap. Pada sendok yang ke empat dihasilkan warna air yang bertambah keruh dan garam yang terjadi  dapat mengendap didasar larutan tersebut. Dan pada sendok yang terakhir, yaitu sendok yang kelima didaptkan hasil bahwa garam tersebut mengendap dan tidak bisa terlarut lagi.

        Dari hasil percobaan yang telah dilakukan tersebut menghasilkan bahwa larutan yang dikatakan larutan belum jenuh terdapa pada sendok yang pertama, sendok yang kedua, dan sendok yang ketiga. Larutan yang dikatakan larutan tepat jenuh terdapat pada sendok yang keeempat. Sedangkan larutan yang dikatakn sebgai sebuah larutan yang dikatakan lewat jenuh terda[at pada sendok yang kelima atau sendok yang terakhir.

        Garam dapur atau natrium klorida dengan rumus kimianya NaCl akan terdisosiasi menjadi sebuah ion didalam suatu air, yaitu menghasilkan sebuah ion-ion yang berupa Na+ dan ion Cl-. Dengan menambahkan sebuah Kristal dari garam dapur dengan lebih lanjut akan membuat molaritas dalam ion-ionnya semakin lebih tinggi. Sehingga bila menambahkan suatu Kristal natrium klorida dilakukan secara lebih terus-menerus, maka akan didapatkan bahwa suatu hasil dari natrium klorida tersebut tidak dapat larut lagi.

        Hal tersebut dapat terjadi bahwa larutan  dalam natrium klorida sudan mencapai sebuah konsentrasi yang paling maksimum yang dapat dimungkinkan atau bisa dikatan bahwa larutan dalam keadaan yang jenuh. Waktu sudah tercapai sebuah larutan yang mencapai suatu larutan kejenuhan, berapapun jumlah dari garam yang sudah ditambhakan pada garam tersebut menghasilakan bahwa garam akan tenggelam kedasar air tersebut dan dapat membentuk suatu yang kita sebut dengan Kristal. Dari hasil inilah, dapat dikemukakan fakta bahwa muncullah suatu istilah yang berupa kelarutan.

IX. PERMASALAHAN

1.Sebutkan perbedaan bahwa larutan dikatan belum jenuh, tepat jenuh dan lewat jenuh?

2.Jelaskan apa yang menyebabkan kristal garam dapur molaritas ion-ionnya dalam larutan semakin tinggi?

3.Menurut anda apakah yang akan terjadi apabila Kristal NaCl ditambahkan terus-menerus? Sebutkan alasaanya!

X. KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa :

        Larutan yang belum jenuh dapat dikatakan bahwa pada saat kondisi konsentrasi yang nyata dalam suatu garam belum melampau batas kelarutannya sehingga masih dapat dikatakan bahwa larutan tersebut ditandai dengan suatu terlarutnya semua zat dalam larutannya. Larutan dikatan tepat jenuh pada saat kondisi konsentrasi nyata suatu garam sama dengan sebuah hasil kelarutanya sehingga zat-zat tersebut dapat dikatakan mengendap. Larutan lewat jenuh dapat dikatakan bahwa pada kondisi konsentrasi yang nyata dala garam melampaui sebuah batas kelarutannya sehingga zat yang mengendap menghasilkan lebih banyak daripada zat yang terlarut.

XI. DAFTAR PUSTAKA

Fachrul Rozi. 2018. Pengaruh Kombinasi Rasio Dan Rasio Pelarut Terhadap Hasil Ekstraksi

                     Minyak Dari Serabut Kelapa Sawit. Jurnal Ilmiah Universitas Tadulako, Palu. No.7

                   Vol 3 Hal 146-151. ISSN 2302-6030.

Sultoni. 2014. Dasar-Dasar Kimia Organik. Bandung : CV Pustaka.

Tim Kimia Organik 1. 2016. Penuntun Praktikum Kimia Organik 1. Jambi : Universitas Jambi.

Widjaya. 2012. Kimia Organik. Jakarta : Erlangga.

Willybordus yoga. 2017. Review Teknik Peningkatan Kelarutan Obat. Jurnal Ilmiah Fakultas farmasi                            Universitas Padjajaran. No. 2 Vol 14 Hal 288-297.

Komentar

  1. Assalamualaikum perkenalkan saya Desri Indah Rahmadona A1C119041 ingin menjawab pertanyaan no 1 yaitu Larutan jenuh adalah larutan yang partikel nya tepat habis dengan bereaksi dgn pelarutnya , contohnya saat gula di larutkan dalam air
    Sedangkan larutan tak jenuh adalah larutan yang partikelnya tidak tepat habis bereaksi dengan pelarutnya contohnya itu saat minyak dilarutkan dgn air

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum saya Marwina Apriyanti (A1C119017) akan menjawab pertanyaan nomor 3.
    menurut pendapat saya jika penambahan kristal NaCl dilakukan secara terus menerus maka larutan tersebut akan melampaui batas kejenuhannya yang akan berdampak pada panurunan suhu dan juga pada zat yang dihasilkan akan lebih banyak yang mengendap

    BalasHapus
  3. Saya Ahmad Rivaldi (047) akan menjawab pertanyaan no 2. hal ini disebabkan karena Garam dapur atau natrium klorida dengan rumus kimianya NaCl akan terdisosiasi menjadi sebuah ion didalam suatu air, yaitu menghasilkan sebuah ion-ion yang berupa Na+ dan ion Cl-. Dengan menambahkan sebuah Kristal dari garam dapur dengan lebih lanjut akan membuat molaritas dalam ion-ionnya semakin lebih tinggi. Sehingga bila menambahkan suatu Kristal natrium klorida dilakukan secara lebih terus-menerus, maka akan didapatkan bahwa suatu hasil dari natrium klorida tersebut tidak dapat larut lagi

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PERCOBAAN 9 REAKSI-REAKSI FENOL

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 EKSTRAKSI PELARUT