JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 PERCOBAAN 4 PEMURNIAAN ZAT PADAT
JURNAL PEMURNIAN ZAT PADAT
JURNAL
PRATIKUM KIMIA ORGANIK I
OLEH :
CYNTIA WIDI UDYA (A1C119011)
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
JURNAL PERCOBAAN 4 “PEMURNIAN
ZAT PADAT “
-MARET 6, 2021
JURNAL PERCOBAAN 4
“PEMURNIAN ZAT PADAT “
DOSEN PENGAMPU :
Dr .Drs.SYAMSURIZAL, M.Si
NAMA: CYNTIA WIDI UDYA
NIM: A1C119011
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
I.
JUDUL : Pemurniaan Zat Padat
II.
HARI/TANGGAL
: Senin, 8 Maret 2021
III.
TUJUAN : Adapun Tujuan Pada Praktikum Kali Ini Adalah
1.Dapat Memisahkan Dan Memurnikan Zat Dari
Pencemarnya
IV. LANDASAN TEORI
Zat-zat padat dalam kimia organik yang banyak
digunakan dan merupakan zat yang sangat efektif dapat dilakukan dengan cara
memeurnikan zat tersebut, yaitu dapat dilakukan dengan cara dan metode-metode
seperti menggunakan metode sublimasi, metode distilasi, metode evaporasi,
metode filtrasi dan metode rekristalisasi serta metode-metode yang lainnya yang
dapat memisahkan memurnikan zat padat. Metode rekristalisasi merupakan metode
selektif suatu senyawa dengan campurannya yang dapat memurnikan zat padat
dengan suatu pelarut yang cocok berada disekitar titik didihnya yang panas
dengan cara pemisahan zat padat yang tersuspensi yang mempunyai suatu sifat
kelarutan dari campuran yang berbeda untuk mencapai suatu sistem tertentu. Pada
praktek krista;isasi tersebut harus dapat menentukan jumlah pelarut yang
diperlukan agar dapat memperoleh jumlah zat yang banyak sehingga dapat
diperoleh kembali ketika nantinya terjadi proses yang dingin menggunakan
larutan yang panas (Tim Kimia Organik, 2016).
Dalam
pemurnian dan pemisahan zat padat proses kristalisasi sangat penting dilakukan
karena merupakan faktor yang menunjang keberhasilan suatu percobaan. Dalam
proses kristalisasi tersebut komponen pelarut dalam suatu kelarutan zat menjadi
prioritas utama masing-masing pelarut yang bersifat polar dalam melarutkan
suatu senyawa yang bersifat non polar. Fraksi dalam perbedaan polaritas
termasuk dalam suatu perbedaan zat-zat dalam penentuan jenis pelarut yang tepat
serta penting kita lakukan pada proses pemisahan zat karena akan berdampak pada
pengaruh kecepatan hasil dari kristal tersebut (Ahmadi, 2010).
Pemurniaan
suatu zat-zat yang padat dari suatu campurannya dapat dilakukan suatu
pengkristalan kembali dengan zat tersebut setelah dilarutkan dalam suatu
pelarut. Persyaratan pelarut dalam metode rekristalisasi dengan menggunakan
suatu pelarut yang mempunyai daya larutan yang berbeda yang memeberikan zat
pemurniaan dengan suatu zat pengotor dan mudah untuk dipisahkan oleh suatu
kristalnya. Metode kristalisasi merupakan suatu metode yang dapat dikatakan
menjadi salah satu cara atau metode suatu proses pemisahan yang efisien. Untuk
dapat menganalisakan suatu produk kristal yang memiliki kualitas dapat
dilakukan dengan suatu kontribusi yang berupa menentukan ukuran dari suatu
kristal, menetukan kemurnian dari suatu kristal tersebut dan menentukan bentuk
apa dari suatu kristal yang diuji cobakan (Wiraningtyas, 2017).
Teknik yang
dilakukan pada proses pemurnian oleh suatu zat dapat membedakan suatu kelarutan
dengan suatu temperatur yang berbeda atau yang berlainan. Kelbihan salah satu
dari zat padat adalah dapat dengan mudah mengkristal pada suatu zat larutan
yang bersifat jenuh. Proses memurnikan suatu zat terlarut dan mengkristalkanya
ulang disebut dengan proses kristalisai yang merupakan suatu proses
rekristalisasi yang sangat efektif yang dapat membuang suatu zat pengotor dari
suatu zat padat dengan polaritas suatu bentuk dan polaritas dari suatu ukuran
yang tertinggal dalam suatu kristal (Umam, 2019).
Cara yang
sederhana dalam menguraikan suatu senyawa organik untuk mendapatkan suatu
kemurnian dalam capuran suatu senyawa adalah cara rekristalisasi yang dapat
diuji cobakan terlebih dahulu dengan cara
mengujinya melalui penguapan oleh pelarutnya. Jika dihasilkan suatu zat
padat dari proses penguapan tersebut, berarti senyawa yang telah diuji cobakan
tersebut dapat dilakukan kemurnian zat dengan cara pemisahan secara
rekristalisasi ini . Cara pemisahan rekristalisasi harus dikuasi oleh praktikan
di dalam laboratorium kimia organik agar dapat mempermudah dalam pekerjaan
praktikum pemurnian dan pemisahan zat-zat padat. Cara atau metode lainnya yang
dpat dilakuakan untuk memurnikan dan memisahkan zat murni adalah cara
sublimasi. Cara sublimasi ini dapat diuji cobakan dengan memanaskan suatu zat
padat dan kemudian zat terlarut yang akan berubah menjadi suatu fase zat uap atau gas yang didapatkan dari hasil
pemanasan yang sudah didinginkan. Syarat dari pemisahan cara sublimasi ini
adalah harus memiliki perbedaan titik didh pada partikel yang sudah bercampur
tersebut (Kenan, 2006).
V.
ALAT DAN BAHAN
5.1
Alat
1). Pembakar Spirtus
2). Erlenmeyer
3). Kasa Asbes
4). Kaki Tiga
5). Corong
6). Gelas Kimia
7). Cawan Penguap
8). Klem dan Statif
9). Kondensor
5.2
Bahan
1). Asam Benzoat
2). Naftalena
3). Air Panas
4). Etanol
VI.
PROSEDUR KERJA
6.1 Metode Rekristalisasi
1. Disiapkan air panas sebanyak 50 ml
2. Dimasukan asam benzoat kedalam gelas
kimia 100 ml sebanyak 5 gram
3. Ditambahkan air panas sedikit demi
sedikit hingga asam benzoat larut sambil diaduk
4. Disaring campuran air panas dan asam benzoat
tadi dalam keadaan panas dan tampung filtratnya dalam gelas kimia dan hasil endapan yang tertinggal disiram
dengan air panas
5. Setelah itu dijenuhhkan filtrate tersebut
selama 5-10 menit
6. Didinginkan hingga membentuk sebuah kristal
7. Disaring kristal yang sudah terbentuk
lalu kemudian dikeringkan
6.2 Metode Sublimasi
1. Dimasukkan 2 gram naftalena kedalam cawan penguap
2. Dibuatlah lobang-lobang kecil pada kertas saring dengan cara membolonginya serta tutup cawan
penguap dengan kertas saring tersebut
3. Disumbat corong tersebut dengan gelas kimia kemudian
letakkan cawan tersebut
diatas kasa pembakar
4. Dinyalakan api dan dipanaskan dengan api yang
kecil
5. Dihentikan pembakaran saat zat yang ingin
disublimasi telah habis
6. Dikumpulkan zat yang terdapat pada kertas saring
dan corong kaca
7. Didapatkatkan hasil bahwa kristal berwarna putih
6.3 Metode Destilasi
1. Dituangkan 25 ml etanol kedalam gelas ukur
2. Ditambahkan aquades sebanyak 25 ml
3. Dimasukkan larutan campuran etanol dan aquades
kedalam labu destilasi
4. Ditutup labu destilasi tersebut yang dilengkapi
oleh termometer
5. Presenpoin pada termometer harus tepat dan sesuai
pada persimpangan labu destilasi
6. Dinyalakan pembakar spiritus kemudian catat temperatur
suhu pada termometer ketika pertama kali larutan tersebut mendidih
7.Ditampung hasil destilat tersebut sebanyak mungkin
VIDEO :
PERTANYAAN
1). Pada metode sublimasi mengapa nyala api yang
digunakan harus api kecil? Apakah akan menyebabkan hasil dari metode sublimasi
tersebut? Jelaskan!
2). Mengapa asam benzoat harus disaring dalam
keadaan yang panas?
3). Jelaskan kenapa pada metode rekristalisasi
filtrat yang dihasilkan harus dijenuhkan dalm waktu 5- 10 menit?

Saya Sinta Marliya dengan NIM A1C119002 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2
BalasHapuspada proses rekristalisasi asam benzoat yang akan disaring harus dalam keadaan panas, karena keadaan panas ini brertujuan untuk menghentikan senyawa terlarut mengkristal dari larutan selama penyaringan, sehingga membentuk kristal pada kertas atau corong pisah
baiklah saya mitha udhiyah dengan nim A1C119006, izin menjawab pertanyaan nomor 1. pada saat proses sublimasi digunakan api kecil dikarenakan agar proses sublimasi tersebut dapat terbentuk denggan baik sedangkian jika menggunakan api yang besar, ditakutkan nantinya proses sublimasi tersebut tidak terbentuk dengan baik karena api yag digunakan tersebut terlalu besar dan bahan yang digunakan untuk sublimasi tersebut sudah tidak optimal lagi
BalasHapusPerkenalkan saya Ike Sonia dengan NIM (A1C119033) akan menjawab pertanyaan nomor 3. Pada metode rekristalisasi filtrat yang dihasilkan dijenuhkan dalm waktu 5- 10 menit, dikarenakan hal tersebut bertujuan agar memudahkan pada saat proses pemisahan nantinya. Sehingga hasil yang didapat akan lebih akurat. Dengan kata lain penjenuhan dilakukan untuk mengoptimalkan filtrat.
BalasHapus