JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 PERCOBAAN 5 REAKSI-REAKSI HIDROKARBON
JURNAL REAKSI-REAKSI
HIDROKARBON
JURNAL PRATIKUM KIMIA ORGANIK I
OLEH :
CYNTIA WIDI UDYA (A1C119011)
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
JURNAL PERCOBAAN 5 “REAKSI-REAKSI
HIDROKARBON“
-MARET 13, 2021
JURNAL PERCOBAAN 5
“REAKSI-REAKSI HIDROKARBON
“
DOSEN PENGAMPU :
Dr .Drs.SYAMSURIZAL, M.Si
NAMA: CYNTIA WIDI UDYA
NIM: A1C119011
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
1.
JUDUL : Reaksi -Reaksi
Hidrokarbon
2.
HARI/TANGGAL : Senin, 15 Maret 2021
3.
TUJUAN : Adapun Tujuan Dari
Praktikum Kali Ini Adalah
1). Dapat melihat reaksi
yang terjadi pada sampel ketika diberikan
larutan bromin
serta mengetahui perubahan fisik dan
warnanya
2). Dapat
mengetahui perubahan warna dan fisik yang terjadi pada
suatu sampel
yang telah diberikan larutan KMnO4 dan larutan
Na2CO3
4.
LANDASAN TEORI
Senyawa yang hanya terdapat sebuah unsur karbon
dan hanya unsur hidrogen saja bisa kita sebut dengan hidrokarbon. Beberapa
macam dari senyawa hidrokarbon ini dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan dari
jenis strukturnya, yaitu suatu dari hidrokarbon yang kita kenal sebgai
hidrokarbon alifatik dan satu lagi yang kita kenal dengan nama hidrokarbon
aromatik. Nah pasti kita sudah mengenal dengan nama yang tidak asing lagi dari
hidrokarbon ini , yaitu seperti alkana, alkena, dan alkuna. Ketiga jenis
hidrokarbon tersebut termasuk kedalam jenis dari hidrokarbon alifatik. Senyawa
hidrokarbon yang ada didalamnya hanya terisi dengan suatu ikatan-ikatan yang
tunggal dan tidak jenuh disebut dengan senyawa hidrokarbon alkana , sedangkan
alkena adalah senyawa dari hidrokarbon yang mempunyai suatu ikatan berangkap
dua pada senyawanya dan yang terakhir adalah suatu senyawa dari hidrokarbon
yang mempunyai ikatan berangkap tiga pada senyawanya dikenal dengan nama
alkuna. Lalu senyawa hidrokarbon yang memeiliki bentuk melingkar atau berbentuk
lingkar serta dapat mengenai dari strukturnya dan berikatan pada suatu benzena
yang didalamnya sudah terdapat enam pi, yang dimaksud disini merupakan bahwa
didalam satu lingkar dari hidrokarbon tersebut terdapat enam atomnya disebut
dengan suatu hidrokarbon aromatik. Salah satu contoh yang pokok untuk dapat
melakukan percobaan dari suatu hidrokarbon jenuh, hidrokarbon tak jenuh dan
suatu hidrokarbon aromatic adalah alkana bisa dapat bereaksi dengan cepat atau
alkana tidak dapat melakukan reaksi sama sekali dengan unsur brom yang memiliki
suhu yang digunakan berupa suhu kamar dan didalam suatu ruangan yang gelap.
Tetapi kalau adanya suatu cahaya pada reaksi alkana dengan brom jalannya reaksi
tersebut akan berjalan dengan cepat ( Tim Kimia Organik 1, 2016).
Suatu reasksi
yang disebut dengan reaksi yang dapat menghasilkan atom hidrogen yang dapat
ditambahkan dengan sebuah molekul yaitu H2, reaksi tersebut termasuk kedalam
suatu reaksi yang disebut dengan reaksi adisi. Karena pada reaksi tersebut atom
memngalami penambahan. Senyawa hidrokarbon yang dapat dengan mudah dihalogenesi
adalah suatu senyawa yang tidak jenuh seperti yang terdapat pada senyawa hidrokarbon
alkena dan alkuna. Dengan menambahkan suatu hidrogen pada senyawa akan menambah
sebuah tingkat kejenuhannya. Reaksi yang disebut hidrogenesi akan dapat
dimaanfaatkan oleh suatu proses yang padat. Dengan suatu katalis reaksi
hidrogenesi ini dapat berlangsung dengan baik. Katalis-katalis yang dapat
dipakai pada proses hidrogenesi ini adalah katalis dari golongan usur-unsur
transisi ( Candra, 2013).
Senyawa hidrokarbon ini dapat bersatu apabila
karbon-karbon dari hidrokarbon tersebut dapat dengan mudah Bersatu sama lainnya
sebagai rantai karbon. Contohnya adalah suatu hidrokarbon yang bersifat jenuh
dimana atom-atom dari hidrokarbon tersebut dapat bersatu dalam suatu rantai
yang lurus serta dalam suatu rantai yang bercabang yang dapat kita klasifikasikan
sebagai suatu senyawa hidrokarbon alkana. Setiap rantai atom karbon dari suatu
alkana mempunyai rantai lurus yang akan terikat pada tidak lebih dari dua atom
karbon pada senyawa hidrokarbon tersebut. Serta atom karbon yang sudah dengan
mudahnya terikat pada suatu atom karbon yang lainnya , yaitu pada tiga atau
lebih daripada tiga atom yang lain disebut sebagai rantai lurus dari suatu
senyawa hidrokarbon ini ( Fesenden, 1997).
Senyawa hidrokarbon ini adalah senyawa yang
sanag sederhana. Senyawa dari hidrokarbon yang tergolong sangat sederhana adalah
suatu alkana, molekul dari suatu alkana tersebut adalah contohnya suatu metana.
Dikarenakan metana adalah suatu senyawa turunan dari senyawa hidrokarbon alkana
berwujud berupa suatu gas pada suhu kamar. Metana juga termasuk dalam suatu
komponene dari suatu gas alam. Dan dikatakan bahwa alkana ini merupakan suatu
zat yang memiliki sifat yang non polar suatu zat yang tidak dapat dengan mudah
larut dalam air karena akan menyebabkan alkana dan air tidak dapat larut. Alasannya
ketika kedua zat tersebut dicapurkan baik alkana maupun air memiliki batas dan
mempunyai sutu sifat yang sangat berbeda. Namun jika suatu alkana dicampurkan
pada suatu sifat yang non polar seperti dicampurkan dengan karbon tetraklorida
maka alkana tersebut dapat dengan mudah larut dalam senyawa non polar tersebut
yaitu suatu karbon tetraklorida ( Wilbrahman,2012).
Turunan dari hirokarbon , seperti hidrokarbon
alifatik, hidrokarbon asiklik dan hidrokarbon aromatik walaupun turunan dari
hidrokarbon tetapi ketigan turunan tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda. Seumber
yang berasal dari suatu komponrn minyak bumi disebut dengan turunan dari senyawa
hidrokarbon alifatik. Sumber turunan yang bersal dari suatu batu bara disebut
dengan hidrokarbon aromatik. Dapat kita simpulkan bahwa setiap turunana dari
senyawa hidrokarbon mempunyai suatu sumber yang tidak sama teteapi mempunyai
suatu sifat yang sama tidak dapat larut dalam air, akan tetapi berat suatu
turunana senyawa dari hidrokarbon dapat dikatakan lebih ringan daripada air dan
sanagt mudah terbakar jika berada di udara. Dikatakan bahwa semua dari
hidrokarbon yang tidak termasuk dalam kelompok aromatic disebut dengan
hidrokarbon asiklik. Difat dari hidrokarbon asiklik ini lebih mirip dengan
hidrikarbon alifatik (Yoshito, 2010).
V. ALAT
DAN BAHAN
5.1
Alat
1. Tabung
Reaksi
2.
Pipet Tetes
3. Rak Tabung Reaksi
5.2
Bahan
1. Sampel
2. Larutan Bromin
3.
Alumunium Foil
4.
Larutan KMnO4
5. Larutan
Na2CO3
VI. PROSEDUR KERJA
6.1 Uji Bromin
1. Disiapkan alat dan
bahan yang diperlukan
2. Dimasukkan
sampel yang berbeda kedalam 6 tabung reaksi
3. Ditambahkan
bromin tadi pada setiap 6 tabung reaksi tersebut
4. Ditutup masing-masing
tabung reaksi dengan menggunakan alumanium foil dan
5.Diamati perubahan
yang terjadi pada ke 6 tabung reaksi tersebut
6.2 Uji Bayer
1. Disiapkan terlebih
dahulu suatu alat dan bahan yang diperlukan
2. Dimasukkan sampel
yang berbeda kdalam 6 tabung reaksi
3. Ditambahkan KMnO4 sebanyak 3 ml kedalam
masing-masing tabung reaksi tersebut
4. Diamati perubahan
apa yang sudah terjadi
5. Ditambahkan
larutan Na2CO3 kedalam masing-masing tabung reaksi yang tadi
6. Diamati perubahan
yang sudah terjadi
VIDEO :
https://www.youtube.com/watch?v=zYEjZG_2huU
PERTANYAAN
1). Jelaskan apa hasil yang terjadi pada saat
sampel ditambahkan dengan latutan bromin ?
2). Mengapa pada percobaan uji bayer sampel
yang sudah diberikan larutan KMnO4 yang
Sudah didapatkan
hasilnya harus ditambahkan lagi larutan Na2CO3?
3). Dalam
menentukan uji coba reaksi-reaksi hidrokarbon pada percobaan ini larutan yang
Memiliki sifat-sifat
bagaimanakah yang dapat dijadikan uju coba kedalam suatu sampel?
Dan faktor-faktor
apa saja yang dapat dengan mudah mempengaruhinya?

Baiklah saya Nurhayati denagn NIM A1C119077 akan menjawab pertanyaan nomor 3. Salah satu sifat yang dimiliki dari sampel pada percobaan ini yaitu bersifat nonpolar. Karena jika bereaksi dengan pelarut maka hasil yang didapatkan nantinya akan sesuai dengan yang di harapkan, misal sesuai dengan yang divideo menggunakan pelarut KMnO4 dimana hasil yang didapatkan terbentuk dua lapisan dimana terdapat perbedaan warna pada lapisan atas dan lapisan bawah. Terbentuknya lapisan ini dikarenakan faktor yaitu perbedaan dari molekul dari keduanya, yang mengakibatkan kedua zat saling tolak menolak hingga terbentuklah dua lapisan tersebut.
BalasHapusbaiklah saya dio al kautsar dengan NIM A1C119039 akan menjawab pertanyaan nomor 2 nah pada percobaan uji bayer sampel yang sudah diberikan larutan KMnO4 yang Sudah didapatkan hasilnya harus ditambahkan lagi larutan Na2CO3 karena untuk dapat hasil reaksi dalam percobaan yang diinginkan dalam pratikum ini.nah tujuannya apakah ada perubahan warna atau endapan pada rekasi dalam percobaan uji bayer ini.
BalasHapusbaiklah saya Marwina Apriyanti (A1C119017) Izin menjawab pertanyaan nomor 1. Pada saat sampel ditambahkan bromin larutan mengalami perubahan pada 6 tabung reaksi yaitu menghasilkan warna yang berbeda-beda.
BalasHapus