JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 PERCOBAAN 6 REAKSI-REAKSI ALDEHID

 

JURNAL REAKSI-REAKSI ALDEHID

JURNAL PRATIKUM KIMIA ORGANIK I


 

OLEH :

CYNTIA WIDI UDYA (A1C119011)



DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.




PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021

 

JURNAL PERCOBAAN 6 “REAKSI-REAKSI ALDEHID “

-MARET 20, 2021

JURNAL PERCOBAAN

“REAKSI-REAKSI ALDEHID  

 

DOSEN PENGAMPU :

Dr .Drs.SYAMSURIZAL, M.Si

 

NAMA: CYNTIA WIDI UDYA

NIM: A1C119011

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI

2021

I.                   JUDUL                   : Reaksi-Reaksi Aldehid Dan Keton

II.                HARI/TANGGAL : Senin, 22 Maret 2021

III.             TUJUAN                 : Adapun Tujuan Pada Praktikum Kali Ini Adalah

                                      1). Dapat mengenal reaksi-reaski gugus karbon serta dapat  

                                       membedakan reaksi-reaksi gugus karbonil yang terkandung

                                       pada senyawa aldehid dan keton

                                      2). Dapat melakukan pemanasan untuk mempercepat suatu reaksi

      IV.       LANDASAN TEORI

                 Suatu gugus yang terdapat suatu gugus yang bersifat karbonil , yaitu merupakan suatu gugus yang disebut dengan aldehid dan keton. Yang mempunyai suatu gugus fungsi C=O yang menyebabkan sifat reaksiny sama dengan suatu sifat pada karbonil. Aldehid dapat bereaksi lebih cepat dari keton dikarenakan suatu reaksi yang sama. Hal tersebut terjadi karena suatu atom karbon tersebut karbonil dari suatu aldehid yang bersifat kurang terlindungi daripada dengan keton. Reaksi pada aldehid dan keton pada percobaan ini memiliki suatu persamaan dan memiliki perbedaan. Reaksi pengoksidasi yang sudah menjadi sebuah asam yang mudah untuk menjalani suatu reaksi disebut aldehid yang mempunyai suatu jumlah atom yang banyaknya sama. Suatu oksidasi yang sang serupa dengan suatu oksidasi yang mengalami pemutusan ikatan karbon-karbonnya dan dapat menghasilkan asam karboksilat pada atom karbonya masing-masing disebut dengan keton serta keton ini yang dikatakan sebagai keton siklik dapat menghasilkan asam yang disebut dengan asam dikarboksilat ( Tim Penuntun Kimia Organik 1, 2016).

          Senyawa yang terdapat dari suatu gugus karbonil yang terdapat pada satu dan atom hidrogen disebut dengan aldehid. Aldehid ini diturunkan dari suatu alkana yang dapat menggantikan suatu alkana menjadi alkanal dengan ditambahkan akhiran-al. Suatu reaksi dalam pembuatan aldehid merupakan sebuah proses oksidasi yang didapatkan oleh alkohol primer. Oksidator belum bisa digunakan karena dapat mengoksidasi suatu aldehid yang dapat membuat hasilnya menjadi asam karboksilat. Oksidar yang disebut sebagi perubah alkohol menjadi alkohol yang primer berubah menjadi suatu aldehid yang belum mengalami perubahan asam karboksilat , yang dikatakan sebagai oksidasi khompiridin. Senyawa organik yang memiliki karbonil dengan menghubungkan suatu karbon dengan karbon yang lainnya merupakan suatu keton ( Petrucci, 1987).

          Keton bereaksi dengan lambat pada reaksi yang tertentu daripada denagn aldehid karena aldehid ini dapat bereaksi lebih cepat. Pembentukan asetal merupakan suatu perlindungan pada aldehid yang harus dilakukan. Reaksi yang menggunakan pada suatu gugus karbonil dengan suatu gugus alkohol bersifat katalis asam merupakan suatu reaksi asetal. Pembentukan reaksi asetal dilakukan dengan suatu cara menggunakan gugus methanol dan etanol dengan suatu katalis yang memiliki sifat yang asam. Gugus aldehida mempunyai suatu senyawa yang disebut sitronelal. Dalam suatu proses transformasi suatu gugus aldehida yang dapat dipertahankan dengan menggunakan suatu gugus yang melibatkan gugus alkena. Pembentukan asetal ini merupakan salah satu pertahanan gugus aldehida ( Cahyono,  2013).

          Suatu kelompok senyawa karbon yang gugus karbonilnya terletak pada ujung rantai suatu karbon induk dengan sebuah atom hidrogen. Aldehid mempunyai suatu nama lazim yaitu dengan nama asam karboksilat. Aldehid ini adalah senyawa yang teroksigenasi pada suatu berat moleh yang memiliki kekuatan rendah.rantai utama pada aldehid ini mempunyai gugus CHO dengan prioritas utama yang terendah. Suatu senyawa aldehid ini mampu berikatan dengan suatu kovalen yang telah mengalami modifikasi protein. Senyawa polar aldehid ini dapat mendidih dengan suhu yang tinggi agar pada senyawa nonpolar yang berat molekulnya sama. Satu atom hidrogen aldehid yang kurang terikat pada suatu karbonnya juga dikatakan sebagai aldehid (Antonius, 2018).

          Rantai alifatik ini dapat digantikan dengan cincin aromatik yang merupakan karbon terikat pada suatu gugus karbonil. Aldehid dan keton dapat mengalami suatu reaksi adisi neukleofilik. Aldehid dan keton tidak terdapat hidrogen yang sama dengan oksigen, tidak terjadi suatu ikatan yang hidrogen dan aldehid dan keton ini mempunyai senyawa polar yang dapat melakukan gaya Tarik menarik yang memiliki kekuatan relatif antar molekulnya dengan molekul yang terdapat pada bagian bersifat negatif. Contoh aldehid yg paling sederhana adalah sebuah formaldehida yang berpolimerisasi dengan molekul yang bergabung pada senyawa molar tinggi. Aldehid memiliki massa molar yang tinggi dapat dibuat dalam bidang industri dan laboratorium ( Mardiyah, 2014).

V.                ALAT DAN BAHAN

5.1  Alat

1.      Tabung Reaksi

2.      Rak Tabung

3.      Penjepit Kayu

4.      Pipet Tetes

5.      Bunsen

                 5.2 Bahan

                      1. Aseton

                      2. Glukosa

                      3. Laktosa

                      4. Pereaksi Benedict

                     5. Pereaksi Tollens

                     6. Pereaksi Fehling

       VI.         PROSEDUR KERJA

                         1). Dimasukkan 5-10 tetes pada,

                         Tabung 1: berupa larutan Aseton

                         Tabung 2: berupa larutan Glukosa dan

                         Tabung 3: berupa larutan Laktosa

                         2). 3 Tabung reaksi diisi dengan 1 ml Benedict

                         3). Diamati apa yang terjadi

                         4). Dipanaskan hasil dari larutan tersebut

                         5). Dicatat hasil dari percobaan tersebut

                        6). Dimasukkan 5-10 tetes

                         Tabung 1: berupa larutan Aseton

                        Tabung 2: berupa larutan Glukosa dan

                        Tabung 3: berupa larutan Laktosa

                        7). 3 Tabung reaksi diisi 1 ml Tollens

                       8). Diamati apa yang terjadi

                      9). Dipanaskan hasil dari larutan tersebut

                     10). Dicatat hasil dari percobaan tersebut

                    11). Dimasukkan 5-10 tetes pada,

                     Tabung 1: berupa larutan Aseton

                     Tabung 2: berupa larutan Glukosa dan

                     Tabung 3: berupa larutan Laktosa

                     12). 3 Tabung reaksi diisi dengan 1 ml Fehling

                    13). Diamati apa yang terjadi

                     14). Dipanaskan hasil dari larutan tersebut

                     15). Dicatat hasil dari percobaan tersebut

           VIDEO :

           https://youtu.be/LFL66uEOndc

           PERTANYAAN

           1). Jelaskan apa saja fungsi dari ketika dilakukannya pemanasan pada reaksi aldehid dan

           keton ini?

          2). Mengapa pada prosedur percobaan tersebut harus dimasukkan 1 ml pereaksi Benedict,

          Tollens dan Fehling ? dan apa yang terjadi jikan kurang atau lebih dari 1 ml?

          3). Pada tabung yang berisi larutan aseton mengapa hasil yang didapat selalu negatif?

Komentar

  1. baiklah saya mitha udhiyah dengan nim A1C119006 izin menjawab pertanyaan nomor 1. pada reaksi aldehid dan juga keton, pemanas berfungsi agar reaksi-reaksi yang terjadi tersebut dapat belangsung sehingga dapat diperoleh hasil yang baik

    BalasHapus
  2. baiklah saya dio al kautsar dengan nim a1c119039 akan menjawab pertnyaan nomor 2,kenapa prosedur percobaan harus 1 ml pereaksi Benedict,Tollens dan Fehling karena itu perbandingan dari larutan sampel dengan perekasi biasanya bisa 1:5 atau 1:10 nah apa bila kurang atau lebih 1 ml bisa saja ada rekasi yang belum bisa maksimal terjadi dan apa bila kelebihan bisa saja rekasi itu bisa berubah bisa saja tidak tergantung dari titik jenuh larutan tersebut.

    BalasHapus
  3. baiklah saya Marwina Apriyanti (A1C119017) Izin menjawab pertanyaan nomor 3. pada tabung yang berisi aseton selalu negatif dikarenkan tidak terjadi perubahan apapun baik warna maupun wujud atau fisiknya. dan dapat disebabkan juga karena pada tabung yang berisi aseton tersebut direaksikan dengan pereaksi fehling seperti yang diketahui aseton merupakan senyawa keton dimana senyawa ini tdak dapat bereaksi dengan pereaksi fehling.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PERCOBAAN 9 REAKSI-REAKSI FENOL

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 EKSTRAKSI PELARUT