LAPORAN PERCOBAAN 6 REAKSI-REAKSI ALDEHID

 

Laporan Akhir Hasil Praktikum Reaksi-Reaksi Aldehid

REAKSI-REAKSI ALDEHID


        NAMA   : CYNTIA WIDI UDYA

                                                          NIM        : A1C119011

 

 

DOSEN PENGAMPU: 

Dr. Syamsurizal., M.Si 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA 

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN 

UNIVERSITAS JAMBI

2021

VII. DATA PENGAMATAN

PROSEDUR KERJA

FUNGSI ALAT DAN BAHAN

TUJUAN

HASIL

1). Dimasukkan 5-10 tetes pada,

 Tabung 1: berupa larutan Aseton

Tabung 2: berupa larutan Glukosa dan

Tabung 3: berupa larutan Laktosa

2). 3 Tabung reaksi diisi dengan 1 ml Benedict

3). Diamati apa yang terjadi

4). Dipanaskan hasil dari larutan tersebut

5). Dicatat hasil dari percobaan tersebut

6). Dimasukkan 5-10 tetes

Tabung 1: berupa larutan Aseton

Tabung 2: berupa larutan Glukosa

Tabung 3: berupa larutan Laktosa

7). 3 Tabung reaksi diisi 1 ml Tollens

8). Diamati apa yang terjadi

9). Dipanaskan hasil dari larutan tersebut

10). Dicatat hasil dari percobaan tersebut

11). Dimasukkan 5-10 tetes pada,

 Tabung 1: berupa larutan Aseton

Tabung 2: berupa larutan Glukosa dan

Tabung 3: berupa larutan Laktosa

12). 3 Tabung reaksi diisi dengan 1 ml Fehling

13). Diamati apa yang terjadi

14). Dipanaskan hasil dari larutan tersebut

15). Dicatat hasil dari percobaan tersebut

 

 

1). Tabung Reaksi Berfungsi: tempat untuk mereaksikan bahan

 2). Rak Tabung Berfungsi: dipakai untuk menaruh tabung reaksi.

3). Penjepit Kayu Berfungsi: untuk menjepit tabung reaksi saat dilakukan pemanasan

4). Pipet Tetes Berfungsi: digunakan untuk memindahkan larutan dari suatu wadah ke wadah lain dengan jumlah yang sangat sedikit.

5). Bunsen Berfungsi : untuk memanaskan larutan yang diamati

6). Aseton Berfungsi : sebagai sampel hidrokarbon 

7). Glukosa : Berfungsi sebagai sampel hidrokarbon

8). Laktosa : Berfungsi sebagai sampel hidrokarbon

9). Pereaksi Benedict : Berfungsi sebagai reagen

10). Pereaksi Tollens : Berfungsi sebagai reagen

11). Pereaksi Fehling : Berfungsi sebagai reagen

 

Dapat mengenal reaksi-reaski gugus karbon serta dapat membedakan reaksi-reaksi gugus karbonil yang terkandung pada senyawa aldehid dan keton serta dapat melakukan pemanasan untuk mempercepat suatu reaksi

1). Hasil reaksi sampel dengan pereaksi Benedict menunjukkan reaksi positif dengan terjadinya perubahan warna menjadi merah bata pada larutan Glukosan dan Laktosa, sedangkan pada Aseton tidak terjadi reaksi perubahan warna atau reasi tersebut negatif.

 

2). Hasil reaski sampel dengan pereaksi Tollens menunjukkan reaksi positif dengan terjadi perubahan warna terdapat endapan perak pada larutan Glukosa dan Laktosa sedangkan pada Aseton tidak terjadi reaksi perubahan warna atau reaksi negatif.

 

3). Hasil reaksi sampel dengan pereaksi Fehling menunjukkan reaksi positif dengan terjadi perubahan warna merah bata pada larutan Glukosa dan Laktosa sedangkan pada Aseton tidak terjadi perubahan warna atau reaksi negatif.

 

 

 

VIII. PEMBAHASAN

          Senyawa organik yang didalamnya terdapat gugus-gugus yang ada dan sangat penting didalam kimia organik adalah aldehid dengan rumus gugus karbonilnya berupa C=O. Aldehid memiliki beberapa sifat yang bisa menonjolkannya, yaitu senyawa organic aldehid merupakan suatu senyawa yang dapat dengan mudah teroksidasi lalu senyawa organic aldehid ini merupaka suatu senyawa yang bersifat lebih reaktif. Dengan dibuktikan adanya sebuah reaksi adisi nukleofilik yang mana adalah suatu reaksi yang mempunyai ciri khas terhadap gugus karbonal.

          Dapat kita ketahui bahwa reagensia yang mampu mengoksidasi suatu alkohol juga pasti dapat dengan mudah mengoksidasi suatu aldehid. Reaksi oksidasi reduksi merupakan suatu cara yang paling sederhana yang digunakan untuk menentukan bahwa senyawa organic tersebut termasuk kedalam senyawa aldehid. Serta aldehid ini memiliki suatu titik didih yang tinggi daripada alkena yang dapat mengakibatkan terdapatnya momen dipol-dipol antara suatu ikatan rangkap karbon dan suatu ikatan rangkap pada oksigen. Uji coba pada percobaan reaksi-reaksi pada aldehid ini diantaranya ada beberapa tahap pengujian yang berupa uji coba cermin kaca atau yang lebih kita kenal dengan nama uji Tollens, reaksi aldehid dengan uji Benedict serta reaksi aldehid dengan uji Fehling atau yang sering kita dengar dengan singkatan uji TBF.

          Pada uji coba reaksi aldehid menggunakan suatu uji coba Benedict digunakan beberapa sampel berupa aseton, laktosa serta glukosa. Terjadinya suatu reaksi redoks pada uji coba benedict ini dinyatakan dengan pada larutan aldehid dipanaskan. Senyawa organic aldehid ini apabila dilakukan suatu oksidasi akan menghasilkan sebuah asam karboksilat sedangkan uji benedict akan terreduksi mengasilkan sebuah Cu2O dengan endapan yang terdapat pada bagian bawah tabungnya. Suatu reaksi benedict yang dicampurkan dengan glukosa akan mendapatkan suatu hasil yang berupa suatu larutan yang memiliki warna biru yang jernih. Sedangkan suatu reaksi benedict yang dicampurkan dengan larutan laktosa akan menghasilkan suatu fasa yang memiliki warna biru yang tua. Dan reaksi benedict yang dicampurkan dengan aseton tidak terdapatnya suatu endapan dikarenakan suatu aseton tersebut tidap dapat tereduksi pada pereaksi benedictnya yang disimpulkan bahwa senyawa aseton ini termasuk kedalam sebuah gugus keton.

          Uji coba percobaan menggunakan pereaksi Tollens yang menggunakan beberapa sampel yang sama pada uji coba Benedict berupa aseton, laktosa dan glukosa. Ketika dipanaskan dalam sebuah penangas air didapatkan hasil bahwa terbentuk suatu cermin perak dikarenakan senyawa aldehid ini dapat mereduksi pereaksi tollens tersebut. Untuk dapat membebaskan suatu unsur Ag yang menghasilkan suatu cermin perak pada dinding tabung laktosan dan glukosa. Sedangkan pada dinding tabung sampel aseton yang digunakan tidak terdapatnya suatu endapan dan tidak terjadinya suatu perubahan yang disebabkan bahwa aseton sanga sulit untuk dapat bereaksi dengan suatu ion perak yang berasal dari sebuah perak nitrat dan suatu ammonium pengoksidasi.

          Dan yang terakhir percobaan uji coba terhadap sebuah pereaksi Fehling dengan menggunakan sampel yang sama pada uji coba pereaksi Benedict dan uji coba Tollens yang berupa aseton, laktosa serta glukosa. Ketika setelah perekasi fehling dipanaskan dengan sampel tersebut terbentuk suatu endapan yang mempunyai warna yang berwarna merah bata. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan senyawa aldehid ini mereduksi sebuah ion Cu 2+ yang menjadi sebuah ion Cu+ sehingga dapat terbentuk suatu endapan yang berwarna merah bata menggunakan sampel yang berupa laktosa dan glukosa. Sedangkan dengan menggunakan sampel yang berupa aseton yang sudah ditambahkan pereaksi fehling tidak terdapatnya suatu perubahan warna. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan aseton ini memepunyai dua gugus alkil yang dapat stabil. Senyawa organic aseton ini dikatakan tidak dapat bereaksi pada pereaksi fehling karena suatu gugus karbonil yang distabilkan oleh sebuah alkil yang didekatkan , maka alkil tersebut akan menolak electron atau dapat dikatakan menjauhi electron tersebut. Maka dari itu, senyawa aldehid saja yang dapat bereaksi pada suatu pereaksi fehling.

IX. PERMASALAHAN

1). Jelaskan mengapa Ketika menggunakan sampel yang berupa aseton tidak dapat bereaksi pada uji Benedict, uji Tollens serta uji Fehling?

2). Apa yang menyebabkan aldehid dengan mudah bereaksi menggunakan pereaksi TBF ?

3). Sebutkan faktor-faktor yang menjadi suatu keberhasilan pada uji coba reaksi aldehid ini ?

X. KESIMPULAN

          Berdasarkan percobaan pada video yang telah diamati tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa :

Suatu sampel yang mengandung senyawa aldehid dapat digunakan uji Fehling,Uji Benedict dan Uji TollenS. Pada sampel yng mengandung senyawa aldehid jika direaksikan dengan fehling dan benedict ditandai dengan larutan campuran berwarna merah bata dimana warna tersebut merupakan warna dari Cu2O dimana itu merupakan hasil reduksi ion Cu(II). Senyawa yang mengandung aldehid ketika direaksikan dengan tollen menghasilkan suatu endapan perak .Dari hasil percobaan Glukosa dan Laktosa mengandung senyawa aldehid yang ditandai saat bereaksi dengan fehling dan benerdict mnghasilkan warna merah bata pada larutan dan juga ketika direaksikan dengan tollen terbentuknya endapan berwarna perak.

XI. DAFTAR PUSTAKA

Antonius. 2018. Uji Coba Suatu Reaksi Aldehid Menggynakan Pereaksi Benedict, Tollens Dan

               Fehling. Jurnal Program Studi Kimia Fakultas MIPA : Universitas Tanjungpura. Vol. 3

             No.1.

Cahyono. 2013. Kimia Organik Untuk Universitas. Bandung : Armico.

Farah Mardiyah. 2014. Penggujian Reaksi Aldehid Yang Dilakukan Di Laboratorium FMIPA

            Kimia. Jurnal Kimia Fakultas PMIPA : Universitas Lampung. Vol. 8 No.1.

Petrucci. 1987. Kimia Dasar Jilid 1 Edisi 3. Jakarta : Erlangga.

Tim Kimia Organik. 2016. Penuntun Praktikum Kimia Organik 1. Jambi : Universitas Jambi.

Komentar

  1. baiklah saya mitha udhiyah dengan nim A1C119006 izin menjawab pertanyaan nomor 3. jika pada senyawa tersebt mengandung aldehid maka ketika direaksikan denga fehling dan benedict maka akan dihasilkan warna merah bata sedangkan jika direaksikan dengan tollens maka akan terbentuk endapan berarna perak

    BalasHapus
  2. baiklah saya dio al kautsar dengan nim a1c119039 akan menjawab pertnyaan nomor 1


    Kenapa uji Benedict, uji Tollens serta uji Fehling tidak bisa di gunakan pada keton karena uji tollens adalah oksidator lemah yang mana bisa di uji pada reaksi aldehid oleh karena itu aldehid sangat mudah dioksidasi dengan aldehid dan tidak cocok pada keton,karena keton sangat susah di oksidasi dengan uji Benedict, uji Tollens serta uji Fehling
    Dan juga keton tidak terdapat atom H yang terikat dengan atom gugus karbonik dan juga keton bisa dioksidasi apa bila di rekeaksikan lebih keras dari pada aldehid

    Keton tidak bisa teroksidasi olehuji Benedict, uji Tollens serta uji Fehling karena senyawa ketona tidak mempunya atom H yang menempel gugus karbonil Dan juga keton tidak mempunya sifat mereduksi seperti aldehid karena ikatan karbonilnua (-CO) yang tidak mengandung atom
    Dan juga tollen dan fehling oksidator lemah dan aldehid rekator kuat

    BalasHapus
  3. baiklah saya Marwina Apriyanti (A1C119017) Izin menjawab pertanyaan nomor 2. hal yang menyebabkan aldehid mudah bereaksi dengan pereaksi TBF adalah senyawa aldehid mudah mereduksi suatu ion dan juga Senyawa organic dikatakan tidak dapat bereaksi pada pereaksi fehling karena suatu gugus karbonil yang distabilkan oleh sebuah alkil yang didekatkan , maka alkil tersebut akan menolak electron atau dapat dikatakan menjauhi electron tersebut. Maka dari itu, senyawa aldehid saja yang dapat bereaksi pada suatu pereaksi fehling.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PERCOBAAN 9 REAKSI-REAKSI FENOL

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 EKSTRAKSI PELARUT