JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 REAKSI-REAKSI KETON
JURNAL REAKSI-REAKSI
KETON
JURNAL PRATIKUM KIMIA
ORGANIK I
OLEH :
CYNTIA WIDI UDYA (A1C119011)
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
JURNAL PERCOBAAN 6 “REAKSI-REAKSI
KETON “
-APRIL 03, 2021
JURNAL PERCOBAAN
“REAKSI-REAKSI KETON “
DOSEN PENGAMPU :
Dr .Drs.SYAMSURIZAL, M.Si
NAMA: CYNTIA WIDI UDYA
NIM: A1C119011
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU
PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
I.
JUDUL : Reaksi-Reaksi Keton
II.
HARI/TANGGAL :
Senin, 04 April 2021
III.
TUJUAN : Adapun Tujuan Dari Praktikum Kali
Ini Adalah
1). Dapat mengidentifikasi
kelompok fungsional keton didalam
aseton
IV.
LANDASAN TEORI
Senyawa keton dalam melakukan pereaksi sangat lambat dikarenakan gugus
karbonil dari senyawa keton ini sangat terjaga. Keton dapat melakukan suatu
reaksi reduksi maupun reaksi oksidasi sudah untuk melakukan reaksi dalam
oksidasi dikarenakan adanya suatu pemutusan ikatan pada suatu karbon-karbon
dengan memperoleh suatu senyawa asam karboksilat yang atom karbonnya memiliki
jumlah ikatan dimana masing-masingnya menghasilkan lebih sedikit senyawa. Suatu
keton yang bersifat siklik akan memperoleh hasil berupa senyawa asam
karboksilat. Senyawa keton ini memiliki suatu ikatan yang karbonil yang membuat
keton mempunyai suatu titik didih yang tinggi serta mempunyai suatu berat massa
yang sama, itulah prinsip dari senyawa keton. Lalu kita ketahui bahwa senyawa
keton ini merupakan akseptor atau bisa dikatakan sebagai penerima suatu ikatan
hidrogen yang alrut didalam air dengan sangat mudah ( Tim Kimia Organik 1,
2016).
Untuk membedakan senyawa keton dengan senyawa aldehid dapat dilakukan
suatu cara yaitu dengan menggunakan sebuah reaksi oksidasi. Yaitu bahwa pada
reaksi senyawa keton memiliki suatu karekteristik bahwa apabila direaksikan
dengan menggunakan reaksi oksidasi dapat bertahan pada sebuah oksidator dengan
waktu yang sangat lama. Pada senyawa keton ini tidak terdapatnya suatu hidrogrn
yang berikatan dengan oksigen , hal seperti itu membuat keton tidak mempunyai
ikatan hidrogen yaitu sseperti alkohol. Keton ini mempunyai ciri khas yaitu
bersifat polar sehingga dapat terjadi suatu gaya tarik-menarik yang cenderung
kuat Ketika berikatan dangan molekulnya ( Hart, 2009).
Keton sangat mudah melakukan reaksi dengan berbagai senyawa, tetapi
keton memiliki kelemahan bahwa keton ini bersifat tidak reaktif deibandingkan
dengan senyawa aldehid. Yang dapat membuktikan bahwa memang benar itu adalah
senyawa keton dapat dilakukan suatu uji seperti uji tollens , uji benedict
maupun melakukan uji fehling. Aldehid yang sangat mudah melakukan oksidasi
daripada keton , dapat dengan mudahnya juga memeperoleh suatu asam dengan suatu
atom karbon yang persis sama. Senyawa aldehid ini jika dilakukan oksidasi akan
berubah menjadi asam karboksilat berupa ion Ag+ yang dimana dalam suatu
regensia dengan menggunkan suatu uji tollens dan dilakuakn reduksi akan berubah
menjadi sebuah logam ( Wilbraham, 2009).
Senyawa keton ini juga memiliki setidaknya dua gugus alkil yang terletak
pada suatu atom karbon yang bersifat karbonil. Keton ini merupakan senyawa
organik yang banyak sangat memiliki suatu gugus karbonil yang memiliki suatu
fungsi berupa yang dapat berinteraksi serta melakukan suatu gaya tarik menarik
dan dipol-dipol antar suatu molekul. Keton terbentuk dari suatu senyawa yang berasala
dari alkohol sekunder yang menghasilkan suatu unsur karbon, unsur oksigen serta
sebuah unsur hidrogen. Ciri lain dari senyawa keton ini adalah apabila gugus
karbonil pada keton dapat melekat pada suatu gugus-gugus dari karbon maka dapat
dikatakan bahwa gugus tersebut adalah suatu keton ( Suminar, 2018).
Salah satu dari contoh yang paling sangat penting pada suatu senyawa
keton adalah aseton dikarenakan sifat dari aseton tersebut dapat dengan
mudahnya terbakar serta merupakan suatu cairan yang volatile. Serta aseton ini
merupakan senyawa dari keton yang menjadi sebuat pelarut yang dapat dikatakan
baik. Sifat dari keton yang lainnya yang dapat memebedakan dengan senyawa
aldehid adalah keton ini menghasilkan dua buah ikatan pada asam karboksilat
yang selalu mengalami sebuah pemutusan rangkap. Jika senyawa keton ini terbakar
apinya harus dimatikan atau dipadamkan menggunakan pelarut alkohol atau bisa
digantikan dengan suatu senyawa yang memiliki sifat yang polar dikarenakan
keton ini salah satu ciri khasnya adalah bersifat polar. Gugus karbonil dari
senyawa keton ini merupakan suatu gugus fungsi yang dapat dikatakan sangat
lazim pada sebuah karbohidrat dan memiliki bauk has yang berupa bau keton ini
sangat harum (Fadli, 2017).
V.
ALAT DAN BAHAN
5. 1 Alat
1. Tabung Reaksi
2. Pemanas
5.2 Bahan
1. Larutan Natrium
Nitroprosida
2. Natrium Hidroksida
3. Larutan Iodin atau
Reagen Potassium Iodin
4. Aseton
5. Larutan M- Dinitro
Benzena
VI.
PROSEDUR KERJA
6.1 IDENTIFIKASI KETON DALAM ASETON
1. Ditambahkan beberapa tetes aseton dalam
tabung reaksi
2. Dan Ditambahkan 2-3 tetes natrium
nitroprosida
3. Kemudian ditambahkan 2 tetes natrium
hidroksida
4. Setelah itu, diguncangkan sedikit tabung
tabung reaksi
5. Didapatkan hasil yaitu larutan yang tadinya
berwarna putih berubah menjadi merah
6.2 IODOFORM TEST
1. Dimasukkan aseton kedalam tabung reaksi
2. Dimasukkan beberapa tetes larutan iodin atau
ragen potassium iodin dan dimasukkan kedalam tabung reaksi dan terbentuk 2
lapisan
(hasil= terdapat 2 lapisan
atas: hitam, bawah= oren)
3. Kemudian ditambahkan beberap tetes dari
natrium hidroksida sedikit demi sedikit sambil diguncangkan
4. Didapatkan hasil bahwa 2 lapisan yang
terbentuk atas yang sebelumnya hitam menghilang menjadi berwarna bening
5. Dipanaskan larutan tersebut
6. Didapatkan larutan berubah menjadi kuning
6.3 M-DINITRO BENZENE TEST
1. Dimasukkan larutan aseton kedalam tabung
2. Ditambahkan larutan m-dinitro benzene
3. Dan ditambahkan juga beberapa tetes natrium
hidroksida
4. Didapatkan hasil warna yang berubah menjadi
ungu kecoklatan
VIDEO :
PERTANYAAN :
1). Jelaskan mengapa ketika
melakukan uji iodoform larutan natrium hidroksida yang ditambahkan dengan
reagen iodine potasium dapat membentuk dua lapisan?
2). Sebutkan reagen-reagen
apa saja yang dapat dilakukan uji dalam aseton ini?
3). Kenapa harus natrium
hidroksida yang diapakai dalam uji iodoform penentuan keton? Jelaskan apakah
natriun hidroksida boleh diganti dengan yang lain?

baiklah saya Desi Anis Satriani dengan NIM A1C119014 akan mencoba menjawab pertanyaan no 2. reagen-reagen yang dapat digunakan pada uji keton ini adalah resornial dan asam klorida pekat. saya menyebutkan ini karena reagen ini dapat menghidrolisis polisakarida dan oligosakarida menjadi gula sederhana sehingga dapat diidentifikasi adanya gugus keton dalam gula tersebut
BalasHapusBaiklah saya Nurhayati dengan NIM A1C119077 akan menjawab pertanyaan nomor 1. Terbentuknya dua lapisan yang menandakan bahwa terjadinya reaksi-reaksi keton didalam masing-masing uji tersebut.
BalasHapusbaiklah saya Lenny Friskha Tamba (A1C119035) akan menjawab pertanyaan no.3
BalasHapusNatrium Hidroksida sebagai bahan Pereaksi pada uji iodoform ini, karena natrium hidroksida ini terdapat aseton. selain hidroksida, bisa diganti dengan asam anhidrida