JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 REAKSI-REAKSI FENOL
JURNAL REAKSI-REAKSI FENOL
JURNAL PRATIKUM KIMIA ORGANIK I
DISUSUSN OLEH :
CYNTIA WIDI UDYA (A1C119011)
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
JURNAL PERCOBAAN 9“REAKSI-REAKSI FENOL “
-APRIL 18, 2021
JURNAL PERCOBAAN
“REAKSI-REAKSI FENOL “
DOSEN PENGAMPU :
Dr .Drs.SYAMSURIZAL, M.Si
NAMA: CYNTIA WIDI UDYA
NIM: A1C119011
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
I.
JUDUL : Reaksi-Reaksi
Fenol
II.
HARI/TANGGAL :
Senin, 19 April 2021
III.
TUJUAN : Adapun
tujuan pada praktikum kali ini adalah :
1). Dapat mengetahui
identifikasi senyawa fenol
2). Dapat mengetahui reaksi-reaksi
pada fenol
IV.
LANDASAN TEORI
Fenol ini merupakan salah satu
dari suatu senyawa organic yang dapat dengan mudahnya lengket pada suatu karbon
benzena. Pembentukan oleh suatu fenol ini dapat menghasilkan suatu aromatic yang
bersifat stabil dengan sesuai pada suatu senyawa dari suatu senyawa induk fenol
tersebut. Suatu kharakteristik yang dimiliki oleh senyawa fenol ini adalah
senyawa yang memiliki sifat yang asam dikarenakan fenol mengalami suatu
resonansi yang berupa muatan negative yang terdapat pada alkoksidanya. Serta pada
cincin benzenanya senyawa fenol mengalami suatu resonansi (Suminar, 2008).
Senyawa fenol ini memiliki beberapa
nama lain seperti dengan sebutan benzenol atau juga bisa disebut dengan nama
asam karbolat. Fenol berkaitn dengan suatu gugus hidroksil yang saling mengikat
pada senyawanya. Ciri khas dari senyawa fenol ini merupakan suatu senyawa yang
memiliki karakteristik yang bersifat asam yang dapat melepaskan suatu ion OH-
yang terdapat pada gugus-gugus hidroksilnya. Ion yang dapat dikeluarkan
tersebut akan menghasilkan suatu C6H5O- atau disebut juga dengan anion
fenoksida yang dengan mudah laru dalam H2O (Schmidt, 1998).
Fenol merupakan salah satu dari
suatu senyawa kimia yang mempunyai maanfaat yang sangat banyak bagi manusia
ataupun bagi tumbuhan. Fenol mempunya khas yang berupa cincin aromatiknya serta
terdapat satu maupun dua suatu hidroksil yang penyulih. Senyawa fenol ini dapat
dengan mudahnya larut dalam H2O disebabkan karena fenol ini sangat erat dapat
berikatan dengan sebuah gula. Beberapa dari suatu golongan yang terbentuk dari
bahan alam dapat dengan mudahnya mencakup senyawa fenol (Flach, 1996).
Oksidasi pada suatu senyawa benzena
dilakukan dengan suatu proses yang disebut dengan proses rasching untuk
mendapatkan suatu fenol. Suatu reaksi kimiawi yang diakibatkan oleh senyawa
fenol adalah pembakaran yang terjadi pada suatu kulit yang sedang terbuka
akibat dari suatu fenol yang sudah terkonsentrasi. Fenol ini memiliki suatu
tingkat toksisitas yang beranekaragamnya yang dimulai dari jumlah suatu atom
yang terdapat padanya, dan suatu molekul yang terhubung pada sebuah rantai benzene
senyawa fenol tersebut (Chang, 2004).
Dapat dikatakan bahwa jika suatu
atom klorin banyak diikat oleh sebuah rantai benzena yang terdapat pada fenol
memiliki suatu arti bahwa fenol akan mengalami klorinasi. Senyawa fenol yang
mempunyai suatu sifat berupa sangat mudah bereaksi dan larut didalam air serta
dengan mudahnya mengalami degradasi merupakan suatu fenol yang disebut dengan nama
fenol sederhana. Fenol ini juga sangat berguna bagi suatu kehidupan dikarenakan
membantu dalam membunuh suatu virus ataupu bakteri dan digunakan juga sebagai
pembuatan obat aspirin. Makanya dari itu kita harus mengetahui serta memahami
suatu sifat yang dimiliki oleh senyawa fenol ini dengan melakukan suatu
percobaan (Kartika, 2006).
V. ALAT DAN BAHAN
5.1 Alat
1. 1. Pipet tetes
2. 2. Tabung
reaksi
3. 3. Gelas
ukur
4. 4. Alat
pemanas
5.2
Bahan
1. Vanilin
2. Rivanol
3. Alfa
naftol
4. Resorsinol
5. Nipagin
6. Fenol
7. Kloroform
8. NaOH
5%
9. I2
10. Fehling
A
11. Fehling
B
12. Reagen
Lucas
13. Pereaksi
Millon
14. FeCI
5%
15. Larutan
KOH
16. H2SO4
5%
17. AgNO3
VI. PROSEDUR KERJA
7.1 Pereaksi
FeCl3
1. Dimasukkan
beberapa tetes pereaksi FeCI3 kedalam tabung reaksi
2. Ditambahkan
larutan vanilin, rivanol, alfa naftol, resorsinol, dipagin dan fenol
3. Didapatkan
hasil:
a. Vanillin:
larutan berwarna hitam
b. Rivanol:
larutan berwarna kuning dan terdapat endapan didasar tabung
c. Alfa
naftol: larutan berwarna kemerahan
d. Resorsinol:
larutan berwarna hitam
e. Dipagin:
larutan berwarna kuning kecoklatan jernih
f.
Fenol: larutan berwarna
hitam
7.2 Pereaksi
NaOH dan I2
1.
Dimasukkan beberapa tetes
pereaksi NaOH kedalam tabung
reaksi
2.
Ditambahkan larutan
vanilin, rivanol, alfa naftol, resorsinol, dipagin dan fenol
3.
Didapatkan hasil:
a.
Vanillin: larutan
berwarna abu tua
b.
Rivanol: larutan berwarna
hitam
c.
Alfa naftol: larutan
berwarna bening
d.
Resorsinol: larutan
berwarna bening
e.
Dipagin: larutan berwarna kuning kental
f.
Fenol: larutan berwarna
bening
4. 4. Lalu ditambahkan larutan I2
5. 5. Didapatkan
hasil:
a.
Vanillin: larutan
berwarna kecoklatan
b.
Rivanol: larutan berwarna
coklat
c.
Alfa naftol: larutan
berwarna hitam
d.
Resorsinol: larutan
berwarna hitam
e.
Dipagin: larutan
berwarna ungu jernih
f.
Fenol: larutan berwarna
bening
7.3
Pereaksi millon
1.
Ditambahkan beberapa
tetes pereaksi millon
2.
Ditambahkan larutan
vanilin, rivanol, alfa naftol, resorsinol, dipagin dan fenol
3.
Didapatkan hasil:
a.
Vanillin: larutan
berwarna bening dan terdapat endapan
b.
Alfa naftol: larutan
berwarna keruh dan terdapat endapan
c.
Dipagin: larutan
berwarna keruh dan terdapat endapan
d.
Fenol: larutan berwarna
bening
7.4
Pereaksi Fehling A dan
Fehling B
1.
Ditambahkan beberapa
tetes fehling A dan fehling B
2.
Kemudian ditambahkan
fenol dan vanillin pada masing-masig tabung reaksi
3.
Dipanaskan diatas air
4.
Didapatkan hasil:
a.
Fenol: larutan berwarna
biru tua dan terdapat endapan merah bata
b.
Vanillin: larutan
berwarna biru muda dan terdapat endpan merah bata
7.5
Pereaksi Ag amoniaka (
yang terdiri dari AgNO3 dan NH4OH )
1.
Masing-masing sampel
ditambahkan larutan AgNO3
2.
Lalu ditambahkan dengan
larutan amonia (NH4OH)
3.
Didapatkan hasil
a.
Vanillin : larutan
berwarna keruh
b.
Resorsinol : larutan
berwarna hitam
c.
Alfa naftol : larutan
berwarna hitam pekat
d.
Fenol : larutan berwarna
bening
7.6
Pereaksi Lucas
1.
Masing-masing sampel
ditambahkan 3-5 tetes pereaksi lucas
2.
Didapatkan hasil :
a.
Vanillin : larutan
berwarna putih pucat
b.
Alfa naftol : larutan
berwarna pink pucat
c.
Fenol : larutan berwarna
bening
7.7
Pereaksi Markuis ( yang
terdiri dari larutan formalin dan H2SO4 pekat )
1.
Ditambahkan masing-masing
sampel dengan larutan formalin dan larutan H2SO4 pekat
2.
Sebanyak 3- 5 tetes
3.
Didapatkan hasil :
a.
Alfa Naftol : larutan
berwarna pink pucat dan terbentuk endapan berwarna hitam pekat
b.
Resorsinol : Larutan
berwarna cokelat bening dan endapan berwarna merah bata
7.8
Pereaksi Molish
1.
Ditambahkan pereaksi
molish pada zat Nafagin
2.
Setelah ditambahkan
pereaksi molish didapatkan hasil larutan berwarna merah darah
7.9
Pereaksi DAB HCL
1.
Ditambahkan pereaksi DAB
HCL kedalam sampel rivanol
2. Setelah
ditambahkan DAB HCL didaptkan hasil larutan rivanol berwarna orange
LINK VIDEO :
PERMASALAHAN
1).
Jelaskan mengapa hanya pada pengujian menggunakan fehling A dan fehling B yang
Larutannya dipanaskan sedangkan pada
pengujian yang lainnya tidak?
2). Mengapa bisa hasil dari pengujian reaksi
fenol ini ada beberapa larutan dari sampel
Tersebut tidak semua terdapat
endapannya?
3).
Jelaskan apa yang membuat larutan yang akan diteteskan pada tabung reaksi hanya
bisa
Meneteskannya 3-5 tetes larutan sampel
yang akan digunkan? Mengapa tidak boleh lebih
Dari 3- 5 tetes?

Assalamualaikum. Saya Teguh Arizki (A1C119008) akan menjawab permasalah no 2.
BalasHapusTerbentuknya endapan atau tidak dalam suatu reaksi, tergantung pada kelarutan dari zat terlarut, yaitu jumlah maksimum zat terlarut yang akan larut dalam sejumlah tertentu pelarut pada suhu tertentu. Untuk larutan yang tidak terdapat endapan, artinya pelarut tersebut tidak ataubelum mencapai jumlah maksimum zat terlarut, sehingga tidak terbentuk endapan
baiklah saya mitha udhiyah dengan nim A1C119006 izin menjawab pertanyaan nomo 1. pada pengujian hanya pengujian fehling yang dilakukan dengan menggunakan pemanasan hal itu dikarenakan jika menggunakan pereaksi lain itu hasil dapat langsunng kita peroleh atau identifikasi sedangkan jika menggunakan fehling dibutuhkan pemanasan agar hasil dapat diketahui. jika tanpa pamenasan maka hasil tidak dapat langsung terlihat
BalasHapusBaiklah saya Sinta Marliya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3.
BalasHapuspemberian sampel harus sesuai jumlah perbandingan yang telah diperhitungkan, mengapa tidak boleh lebih? jika jumlah sampel berlebih dengan jumlah pereaksi yang digunakan, maka reaksi tidak dapat terjadi.