LAPORAN PERCOBAAN 8 REAKSI-REAKSI ALKOHOL
Laporan Akhir Hasil
Praktikum Reaksi-Reaksi Alkohol
REAKSI-REAKSI ALKOHOL
NAMA : CYNTIA WIDI UDYA
NIM : A1C119011
DOSEN PENGAMPU:
Dr. Syamsurizal., M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
VII.
DATA PENGAMATAN
7.1
Uji Lucas
|
Prosedur |
Fungsi Alat dan Bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
1.
Masukkan larutan lucas
kedalam tabung 3
reaksi masing-masing 2 ml 2.
Masukkan 6 tetes butanol
kedalam sampel
A 3.
Masukkan 6 tetes lautan
butane, 2 butanol
kedalam sampel
B 4.
Masukkan 6 tetes larutan
fenol kedalam sampel
C 5.
Ditutup masing-masing tabung reaksi 6.
Diguncang tabung reaksi
sampai homogen 7.
Ditunggu sampai tabung
reaksi mengeluarkan
asap 8.
Dicatat waktu yang dibutuhkan
untuk masing masing
tabung reaksi mengeluarkan
kabut |
1.
3 tabung reaksi: sebagai
tempat berlangsungnya
reaksi 2.
Pipet tetes untuk memindahkan
sampel yang
digunakan dalam bentuk
tetes 3.
Pipet volum untuk mengambil
pereaksi yang
digunakan dalam satuan
volum 4.
Penyumbat tabung reaksi
untuk menutup tabung
reaksi 5.
Rak tabung reaksi: sebagai
tempat meletakkan
tabung-tabung reaksi 6.
Lucas sebagai pereaksi 7.
Butanol: sebagai sampel
yang digunakan 8.
2 butanol: sebagai sampel
yang digunakan 9.
Fenol : sebagai sampel
yang digunakan |
Sebagai
sampel pembuktian uji alkohol dalam senyawa Sebagai bahan pereaksi sampel |
Ketiga
tabung reaksi mengeluarkan
uap atau kabut |
7.2
Oksidasi Alkohol Dengan Asam Kromat
|
Prosedur |
Fungsi Alat dan Bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
1.
Dimasukkan 5 ml kalium
dikromat kedalam
3 tabung reaksi 2.
Dimasukkan 2 tetes asam
sulfat kedalam masing
masing reaksi 3.
Dimasukkan beberapa tetes
butanol kedalam tabung
Reaksi A, 2 butanol
kedalam tabung
reaksi B dan fenol
kedalam tabung reaksi
C 4.
Diguncangkan masing masing
tabung reaksi dan amati
apa yang terjadi |
1.
Tabung reaksi: sebagai
tempat berlangsungnya reaksi 2.
Rak tabung reaksi: sebagai
tempat meletakkan
tabung-tabung reaksi 3.
Pipet tetes untuk memindahkan sampel
yang digunakan
dalam tetesan 4.
Pipet ukur mengambil pereaksi
yang digunakan dalam
satuan volum 5.
Pro pipet 6.
Kalium dikromat sebagai
pereaksi 7.
Asam sulfat pekat sebagai
pereaksi 8.
Butane sebagai sampel
yang digunakan 9.
2 butano sebagai sampel
yang digunakan 10.
Fenol sebagai sampel
yang digunakan |
Sebagai
sampel pembuktian uji alkohol dalam senyawa Sebagai
bahan pereaksi sampel Proses pengguncangan ditujukan agar zat
tercampur atau homogen sehingga terjadi suatu reaksi |
Terdapat
endapan pada masing masing tabung reaksi |
7.3
Uji Iodoform
|
Prosedur |
Fungsi Alat dan Bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
1.
Dimasukkan 2 ml aquades
kedalam masing
masing tabung reaksi 2.
Masukkan 3 tetes butanol
kedalam tabung
A, 2 butanol kedalam
tabung B dan fenol kedalam tabungC 3.
Masukkn 1 ml NaOH kedalam masing -masing tabung reaksi Penambahan NaOH Jika alcohol
larut dalamaquades Penambahan
dioksan jika alcohol tidak larut dalam aquades 4.
Ditambahkan 5 tetes iodin kedalam masing -masing tabung reaksi 5.Jika
warna tidak terbentuk,
maka selanjutnya dipanaskan kedalam waterbath 6.Diatur
suhu 60°C 7.Ditunggu
sampai terjadi perubahan warna |
1.
Tabung reaksi sebagai tempat berlangsungnya reaksi 2.
Rak tabung reaksi sebagai
tempat meletakkan
tabung-tabung reaksi 3.
Pipet tetes untuk meneteskan
sampel yang
digunakan 4.
Pipet ukur mengambil pereaksi yang digunakan dalam satuan volum 5.
Pro pipet sebagai alat ukur sampel 6.
Aquades sebagai bahan
pencampuran 7.
Butanol sebagai sampel
yang digunakan 8.
2 butanol sebagai sampel
yang digunakan 9.
Fenol sebagai sampel yang digunakan 10.
Dioksan sebagai pereaksi 11.NaOH
10% sebagai pereaksi 12.
Iodin sebagai Pereaksi |
Pemanasan
dalam reaksi ini bertujuan agar gugus alkohol pada sampel terbongkar
ikatannya dan dapat bereaksi Sebagai
sampel pembuktian
uji alkohol dalam senyawa Sebagai
bahan pereaksi sampel |
Larutan
A terdapat 2 Lapisan Larutan
B dan C tidak terbentuk 2 lapisan |
VIII.
PEMBAHASAN
Alkohol ini adalah suatu hidroksilat
yang dimana alkohol ini terikat pada suatu karbon yang memiliki sifat alifatik.
Alkohol ini mempunyai suatu ciri khas yang berupa jika bereaksi dengan suatu
molekul air dia akan menolaknya. Jika hidrokarbon ini semakin panjang maka
hasil yang didapatkan adalah rendahnya suatu kelarutan yang terdapat pada air.pada
dasarnya suatu alkohol sangat rendah untuk dapat terlarut dalam suatu air yang
dikarenakan oleh suatu ikatan alkohol yang bersifat hidrogen dengan suatu air.
Pada percobaan kali ini untuk
menenetukan beberapa jenis reaksi alkohol dapat digunakan dengan beberapa macam
suatu pereaksi yang berupa pereaksi alkohol dengan menggunakan pereaksi uji
lucas, pereaksi alkohol dengan menggunakan pereaksi uji oksidasi alkohol dengan
asam kromat dan pereaksi alkohol yang terakhir adalah pereaksi alkohol
meggunakan uji pereaksi iodoform.
Dengan menggunakan suatu percobaan
yang pertama menggunakan uji lucas dengan memakai larutan butana dan larutan
fenol yang didapatkan sebuah sampel hasil akhir dari uji tersebut adalah
terbentuknya suatu endapan pada tabung reaksi serta terdapatnya uap atau kabut
pada tiap-tiap tabung reaksi tersebut.
Lalu pada percobaan alkohol
menggunakan suatu uji oksidasi alkohol menggunakan asam kromat dengan memakai
kalium dikromat , asam sulfat dan ditambahkan dengan larutan butanol serta
larutan fenol didapatkan sebuah hasil pada sampel berupa terdapatnya suatu
endapan pada masing-masing tabung reaksi yang didapatkan pada pengujian alkohol
dengan menggunakan asam kromat ini.
Dan pengujian alkohol yang teraksir
adalah menggunakan suatu uji yang disebut dengan uji iodoform yang ditambahkan
dengan aquades, butanol, serta fenol kedalam
masing-masing tabung. Lalu deitambahkan dengan penambahan larutan natrium
hidroksida serta ditambahkan dengan masing-masing tetes iodin pada setiap tabung
reaksi dengan suhu yang ditetapkas sebesar 60°C didapatkan hasil dalam
pengujian alkohol dengan uji iodoform ini adalah larutan A terbentuk dua
lapisan tetapi pada larutan B dan C tidak terbentuknya dua lapisan pada
pengujian iodofrm tersebut.
IX.
PERMASALAHAN’
1).
Uji apa saja yang dapat digunakan pada reaksi-reaksi alkohol ini selain dari
uji lucas, asam oksalat serta uji iodoform? Berikan alasannya!
2).
Mengapa pada uji iodoform hanya larutan A saja yang terdapat 2 lapisan sedangan
pada larutan B dan C tidak?
3).
Jelaskan mengapa harus dilakukannya penguncangan pada larutan? Serta apakah akan
memepengaruhi dari hasil akhirnya?
X.
KESIMPULAN
Pada percobaan ini dilakukan identifikasi
alkohol yang dapat dilakukan dengan 3 cara , yaitu :
1.
Pada uji lucas , larutan lucas ,larutan butanol dan larutan fenol yang mana
hasil akhir terjadi ketiga tabung reaksi yang berisi ketiga larutan tersebut
mengeluarkan uap atau kabut
2.
Pada uji alkohol dengan asam kromat, larutan asam sulfat, larutan butanol dan
larutan fenol yang mana hasil akhir terdapat suatu endapan pada masing-masing
tabung reaksi
3.
Pada uji iodoform, larutan butanol, larutan fenol dan larutan iodin serta NaOH
yang mana hasil akhir pada larutan A terbentuknya dua lapisan dan pada larutan
B dan C tidak terbentuknya dua lapisan.
XI.
DAFTAR PUSTAKA
Brady.
1999. Kimia Organik Dasar 1. Yogyakarta : UGM- Press.
Hart.
2009. Dasar-dasar Kimia Organik. Jakarta : Bina Aksara.
Petrucci.
1987. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern Edisi Kempat Jilid 3. Jakarta
:
Erlangga.
Mardzuki.
2004. Kimia Organik Jilid 1. Jakarta : Erlangga.

Assalamualaikum. Saya Teguh Arizki (A1C119008) akan menjawab permasalah no 3.
BalasHapusPengguncangan pada larutan itu bertujuan agar antara alkohol dan larutan penguji dapat tercampur dengan homogen dan diamati apakah terjadi reaksi atau tidak. Pengguncangan tentu mempengaruhi hasil akhir, Jika tidak digoyangkan kita tidak tau sampel mengalami reaksi atau tidak.
Baiklah saya Marwina Apriyanti (A1C119017) Izin menjawab pertanyaan nomor 1. Uji yang dapat digunakan pada reaksi-reaksi alkohol adalah metanol, fenol, etanol, dan etil glikol. Hal ini dikarenakan bahan-bahan tersebut dapat berfungsi sebaga sampel uji alkohol.
BalasHapusSaya Ahmad Rivaldi (047)akan menjawab soal no 2. Ini akibat proses penambahan aquades, butanol, serta fenol kedalam masing-masing tabung. Dan proses ditambahkannya larutan natrium hidroksida serta tetes iodin pada setiap tabung reaksi dengan suhu yang ditetapkas sebesar 60°C sehingga didapatkanlah hasil dalam pengujian alkohol dengan uji iodoform ini adalah larutan A terbentuk dua lapisan tetapi pada larutan B dan C tidak terbentuknya dua lapisan
BalasHapus