LAPORAN PERCOBAAN 9 REAKSI-REAKSI FENOL

 

Laporan Akhir Hasil Praktikum Reaksi-Reaksi Fenol

REAKSI-REAKSI FENOL

 

        NAMA   : CYNTIA WIDI UDYA

                                                           NIM        : A1C119011

 

DOSEN PENGAMPU: 

Dr. Syamsurizal., M.Si 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA 

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN 

UNIVERSITAS JAMBI

2021

VII. DATA PENGAMATAN

7.1 Pereaksi FeCl 3

Prosedur

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1. Dimasukkan beberapa tetes pereaksi FeCI3 kedalam tabung reaksi

 2. Ditambahkan larutan vanilin, rivanol, alfa naftol, resorsinol, dipagin dan fenol

 

1.Tabung reaksi sebagi tempat berlangsungnya reaksi

2.Larutan FeCl3 sebagai pereaksi

3. Larutan Vanilin, Rivanol, Alfa Naftol, Resorsinol, Dipagin dan Fenol sebagai sampel yang digunakan

Dapat mengetahui suatu reaksi fenol dengan menggunakan suatu pereaksi FeCl3

- Vanillin: larutan berwarna hitam

 - Rivanol: larutan berwarna kuning dan terdapat endapan didasar tabung

 - Alfa naftol: larutan berwarna kemerahan

 - Resorsinol: larutan berwarna hitam

- Dipagin: larutan berwarna kuning kecoklatan jernih

 - Fenol: larutan berwarna hitam

 

7.2 Pereaksi NaOH dan I2

Prosedur

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1. Dimasukkan beberapa tetes pereaksi NaOH kedalam tabung reaksi 2. Ditambahkan larutan vanilin, rivanol, alfa naftol, resorsinol, dipagin dan fenol

3. Lalu ditambahkan larutan I2

1.Larutan NaOH sebagai pereaksi

2.Tabung Reaksi sebagai tempat berlangsungnya reaksi

3. Larutan Vanilin, Rivanol, Alfa Naftol, Resorsinol, Dipagin dan Fenol sebagai sampel yang digunakan

4.Larutan I2 sebagai pereaksi

Dapat mengetahui suatu reaksi fenol dengan menggunakan suatu pereaksi NaOH dan I2

- Vanillin: larutan berwarna abu tua

 - Rivanol: larutan berwarna hitam

 - Alfa naftol: larutan berwarna bening

 - Resorsinol: larutan berwarna bening

- Dipagin: larutan berwarna kuning kental

- Fenol: larutan berwarna bening

 

7.3 Pereaksi Millon

Prosedur

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1. Ditambahkan beberapa tetes pereaksi millon

2. Ditambahkan larutan vanilin, rivanol, alfa naftol, resorsinol, dipagin dan fenol

1.Millon sebagai pereaksi

2. Larutan Vanilin, Rivanol, Alfa Naftol, Resorsinol, Dipagin dan Fenol sebagai sampel yang digunakan

Dapat mengetahui suatu reaksi fenol dengan menggunakan suatu pereaksi Millon

-Vanillin: larutan berwarna bening dan terdapat endapan

- Alfa naftol: larutan berwarna keruh dan terdapat endapan

 - Dipagin: larutan berwarna keruh dan terdapat endapan

 - Fenol: larutan berwarna bening

 

7.4 Pereaksi Fehling A dan Fehling B

Prosedur

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1. Ditambahkan beberapa tetes fehling A dan fehling B

 2. Kemudian ditambahkan fenol dan vanillin pada masing-masig tabung reaksi

 3. Dipanaskan diatas air

1.Fehling sebagai pereaksi

2.Larutan fenol dan vanillin sebagai sampel yang digunakan

Dapat mengetahui suatu reaksi fenol dengan menggunakan suatu pereaksi Fehling A dan Fehling B

Fenol: larutan berwarna biru tua dan terdapat endapan merah bata

 - Vanillin: larutan berwarna biru muda dan terdapat endpan merah bata

 

7.5 Pereaksi Ag Amoniaka (yang terdiri dari AgNO3 dan NH4OH)

Prosedur

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1. Masing-masing sampel ditambahkan larutan AgNO3

 2. Lalu ditambahkan dengan larutan amonia (NH4OH)

1.Larutan AgNO3 sebagai pereaksi

2.Larutan Amonia sebagai pereaksi

Dapat mengetahui suatu reaksi fenol dengan menggunakan suatu pereaksi Ag Amoniaka

- Vanillin : larutan berwarna keruh

 - Resorsinol : larutan berwarna hitam

- Alfa naftol : larutan berwarna hitam pekat

 - Fenol : larutan berwarna bening

 

7.6 Pereaksi Lucas

Prosedur

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1. Masing-masing sampel ditambahkan 3-5 tetes pereaksi lucas

1. Lucas sebagai pereaksi

Dapat mengetahui suatu reaksi fenol dengan menggunakan suatu pereaksi Lucas.

- Vanillin : larutan berwarna putih pucat

 - Alfa naftol : larutan berwarna pink pucat

- Fenol : larutan berwarna bening

 

7.7 Pereaksi Markius (yang Terdiri dari Larutan Formalin dan H2SO4 Pekat )

Prosedur

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1. Ditambahkan masingmasing sampel dengan larutan formalin dan larutan H2SO4 pekat Sebanyak 3- 5 tetes

1. Larutan Formalin dan Larutan H2SO4 sebagai pereaksi

Dapat mengetahui suatu reaksi fenol dengan menggunakan suatu pereaksi Markius

-Alfa Naftol : larutan berwarna pink pucat dan terbentuk endapan berwarna hitam pekat

 - Resorsinol : Larutan berwarna cokelat bening dan endapan berwarna merah bata

 

7.8 Pereaksi Molish

Prosedur

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1. Ditambahkan pereaksi molish pada zat Nafagin

1.Mollish sebagai pereaksi

2.Zat nafagin sebagai sampel

Dapat mengetahui suatu reaksi fenol dengan menggunakan suatu pereaksi Molish

- Larutan berwarna merah darah

 

7.9 Pereaksi DAB HCL

Prosedur

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1. Ditambahkan pereaksi DAB HCL kedalam sampel rivanol

1.DAB HCL sebagai pereaksi

2.Larutan rivanol sebagai sampel

Dapat mengetahui suatu reaksi fenol dengan menggunakan suatu pereaksi DAB HCL

- Larutan rivanol berwarna orange

 

VIII. PEMBAHASAN

            Fenol ini merupakan suatu senyawa aromatic dikarenakan terdapat suatu cincin yang memiliki sifat aromatic. Fenol ini juga termasuk kedalam alkohol sekunder. Senyawa fenol ini tidah mudah teroksidasi dengan secara bebas. Pemanasan pada fenol terjadi untuk membuat suhu menjadi naik dari sistem sehingga energi kinetiknya akan naik. Fenol mengalami oksidasi tidak hanya dengan satu tahap. Karakteristik dari suatu kearomatisannya terjadi ketika oksidasi dikarenakan suatu perluasan pada suatu resonansi.

           Suatu sifat pada fenol, yang dapat melepaskan ion H+ karena keasamannya yang tinggi. Fenol melepaskan ion H+ tersebut yang menghasilkan suatu fenolat yang larut didalam air. Ion fenolat tersebut dalam suatu keadaan yang terlarut yang menyebabkan lebih stabil daripada dengan fenol. Senyawa fenol ini termasuk kedalam senyawa organic kompleks termasuk spesifikasi dalam senyawanya.

           Senyawa fenol dapat dititrasi dalam menghasilkan asetaminofen yang merupakan suatu bahan kimia. Fenol dapat melakukan suatu reaksi penitrasi. Fenol adalah suatu asam lemah karena suatu fenoksidanya mudah stabil pada suatu resonansi. Pada percobaan reaksi-reaksi fenol kali ini praktikan menggunakan berbagai macam pereaksi seperti menggunakan suatu pereaksi FeCl3, pereaksi NaOH dan I2, pereaksi millon, pereaksi fehling A dan fehling B, pereaksi Ag amoniaka (yang terdiri dari AgNO3 dan NH4OH, pereaksi lucas, pereaksi markius (yang terdiri dari larutan formalin dan H2SO4 pekat, pereaksi molish, dan menggunakan pereaksi DAB HCl.

            Dengan menggunakan suatu sampel yang berupa vanillin, rivanol, alfa naftol, resorsinol, dipagin, dan menghasilkan suatu hasil dengan warna-warna dari sampel yang berbeda dengan menambahkan beberapa tetes pereaksi pada setiap pereaksi dan dengan menambahkan suatu larutan yang berbeda-beda pula dan dengan zat yang berbeda pada percobaaan tersebut dengan mengunakan berbagai macam pereaksi dalam penentuan reaksi-reaksi fenol.

 

IX. PERMASALAHAN

1). Jelaskan mengapa pada penentuan reaksi-reaksi fenol pada percobaan ini bisa menggunakan berbagi macam pereaksi sedangkan pada reaksi yang lainnya hanya sedikit menggunakan pereaksi?

2). Apa saja syarat penting agar suatu reaksi fenol ini mengalami suatu keberhasilan dalam percobaanya?

3). Sebutkan larutan-larutan yang bisa bereaksi pada setiap pereaksi fenol ini ?

X. KESIMPULAN

            Berdasarkan percobaan tersebut , maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penentuan reaksi-reaksi fenol dapat dilakukan dengan banyak berbagi macam pereaksi, yaitu dengan menggunakan pereaksi FeCl 3 , pereaksi NaOH dan I2 , pereaksi millon, pereaksi fehling A dan B, pereaksi Ag amoniaka, pereaksi lucas, pereaksi markuish , pereaksi molish dan pereaksi DAB HCL yang menggunakan sampel vanillin, rivanol, alfa naftol, resorsinol, dipagin dan fenol.

XI. DAFTAR PUSTAKA

Chang. 2004. Kimia Organik Dasar. Yogyakarta : UGM-Perss.

Flach. 1996. Kimia Organik. Bandung : ITB.

Kartika. 2006. Dasar-Dasar Kimia Organik. Jakarta : Erlangga.

Seminar. 2008. Pengantar Kimia Organik dan Hayati. Bandung : ITB.

Schmidt. 1998. Kimia Untuk Universitas. Jakarta : Erlangga.

Komentar

  1. Assalamualaikum. Saya Teguh Arizki (A1C119008) akan menjawab permasalah no 3.
    Berikut beberapa larutan pereaksi fenol :
    1. Reaksi Azo
    2. Reaksi dengan FeCl3
    3. Reaksi dengan aqua brom
    4. Reaksi Lieberman (reaksi dengan NaNO2 dan H2SO4 pekat).
    5. Reaksi Marquis
    6. Reaksi dengan pereaksi Fehling (untuk fenol polivalen).
    7. Reaksi dengan Perak amoniakal (untukfenol polivalen)
    8. Reaksi dengan floroglusin dan NH4OH atau NaOH (untuk fenol polivalen), pereaksi
    floroglusin dan NaOH 0,5 N atau NH4OH pekat.

    BalasHapus
  2. baiklah, saya mitha udhiyah dengan nim A1C119006 izin menjawab pertanyaan nomor 1. fenol sendiri merupakan salah satu turunan dari alkohol, memiliki sifat yang cenderung asam sehingga pada reaksi fenol ini dapat menggunakan banyak pereaksi

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Sinta Marliya dengan NIM A1C119002 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2.
    Syarat penting pada percobaan ini yaitu, Pereaksi dan yang direaksikan harus sesuai.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 EKSTRAKSI PELARUT