JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 EKSTRAKSI PELARUT
JURNAL EKSTRAKSI PELARUT
JURNAL PRATIKUM KIMIA ORGANIK I
DISUSUSN OLEH :
CYNTIA WIDI UDYA (A1C119011)
DOSEN PENGAMPU :
Dr.Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
JURNAL PERCOBAAN 10“EKSTRAKSI PELARUT“
-Mei 16, 2021
JURNAL PERCOBAAN
“EKSTRAKSI PELARUT“
DOSEN PENGAMPU :
Dr .Drs.SYAMSURIZAL, M.Si
NAMA: CYNTIA WIDI UDYA
NIM: A1C119011
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
I.
JUDUL : Ekstraksi Pelarut
II.
HARI/TANGGAL : Senin, 17 Mei 2021
III.
TUJUAN : Adapun tujuan pada
percobaan kali ini adalah
1). Dapat memisahkan
komponen penyusun campuran
Senyawa
dalam fasa padat
2).
Dapat mengidentifikasi senyawa aktif yang terdapat
pada daun manggis dengan ekstraksi sokhletasi
IV.
LANDASAN TEORI
Suatu pemisahan yang terbentuk dari suatu bahan yang berbentuk padatan ataupun dalam sautu bahan yang berbentuk cairan yang bercampur pada suatu pelarut yang menjadi bantuan yang merupakan pengertian dari suatu proses ekstraksi pelarut. Sifat dari suatu pelarut yang dapat dengan mudahnya berekstraksi pada suatu substan yang didapatkan dengan tidak adanya suatu larutan materialnya. Ada beberapa faktor pada suatu proses ekstraksi yang dapat mempengaruhinya suatu jalan ekstraksi yang berupa suatu sampel, waktu dalam melakukan ekstraksi, kuantitas dari suatu pelarutnya serta temperature dari suatu pelarut ekstraksi tersebut (Rachman, 2009).
Suatu
komponenn dalam ilmu kimia yang dapat dengan mudahnya dalam melakukan suatu
proses ekstraksi pada suatu tanaman yang berupa menggunakan suatu pelarut organic
yang dapat menembus suatu dinding sel. Serta dengan mudahnya dapat masuk pada
suatu rongga yang didalamnya terkandung suatu zat yang sangat aktif yang dapat
larut dengan suatu pelarut organic yang berada di luar selnya. Terjadi pendifusian
pada luar dari sel yang mengalami pengulangan pada suatu konsentrasi cairannya
yang berperan aktif (Pramudono, 2008).
Tujuan
proses ekdtraksi padat pada percobaan ini adalah agar senyawa yang diinginkan pada
bahan yang bersifat padatan dapat dengan mudahnya memakai sesuatu pelarut yang
cocok dan tepat. Suatu proses ekstrasi agar dapat menghasilkan suatu hasi yang
sempurna maka terlebih dahulu harus mengetahui suatu sifat dari suatu senyawa
yang akan dilakukan suatu proses pengekstraksian (Sowandi, 2016).
Salah
satu metode pada suatu proses ekstraksi adalah suatu metode yang disebut dengan
sokhletasi yang dapat dengan mudah mengisolasi minyak pada lemaknya. Metode sokhletasi
ini merupakan metode yang campuran didalamnya memiliki suatu bentuk yang berupa
padatan serta proses ini bisa dilakukan sampai berulang kali. Pelarut yang
digunakan pada metode sokhletasi ini pelarutnya sangat sedikit dikarenakan suatu
pengulangan pada proses ekstraksi (Anam, 2010).
Proses
ekstraksi dengan metode sokhletasi ini dapat dilakukannya sesuatu yang
memisahkan zatnya dari suatu campuran pelarut yang pembagiannya diantara
pelarut dengan pada dua pelarut yang tanpa bercampur dalam pengambilan suatu
zatnya. Dengan suatu campuran yang terjadi pada bahan yang bersifat padatan dan
bersifat cairan sangat tidak mudah untuk dipisahkan dengan suatu metode yang
lainnya (Sudjadi, 1986).
V.
ALAT DAN BAHAN
5.1 Alat
1.
Hitting Mantel
2.
Labu Alas Bulat atau Labu RBF
3.
Serangkaian Alat Ekstraktor Sokhletasi
4.
Kondensor
5.
Pipa Keran
6.
Xifone
7.
Gelas Ukur
8.
Biker Gelas
9.
Corong Gelas
10. Batang Pengaduk
11. Batu Didih
5.2 Bahan
1.
Kulit Manggis
2.
Pelarut Etanol
VI.
PROSEDUR KERJA
1. Nyalakan hitting mantel
2. Alirkan air ke kondensor
3. Pelarut yang berada dialas bulat diuapkan
mengalir ke bie pas side ams
4. uap yang sudah mengalir dari bie pas side ams
akan mengalir mengenai kondensor atau pendingin
5. Kemudian akan menetes kembali membasahi
timbal
6. Pelarut dibiarkan setetes demi setetes samapi
setinggi xifone
7. Ditimbang labu alas bulat beserta batu
didihnya dengan menggunakan neraca analitik
8. Kemudian timbang kertas saring yang sudah
bersih dengan menggunakan neraca analitik
9. dicatat berapa hasil timbangan yang
didapatkan
10. Timbang sampel sebanyak kurang lebih 10 kg
11. Dicatat berapa jumlah yang ditimbang
12. Dimasukkan sampel ke dalam chamber
ekstraktor dan kondensor dipasang kembali serta jangan lupa untuk memakaikan
vaselin terlebih dahulu
13. Pastikan kondesor dalam keadaan sudah lurus
14. Pastikan serangkaian alat ekstraksi soklet
ini dalam kondisi lurus
15. Ukur volume pelarut etanol yang akan
digunakan yaitu sebanyak 200 ml
16. Kemudian dituangkan kedalam RBF
17. Setelah pelarut dimasukkan, masukkan juga
batu didih
18. Kemudian tutup dengan termometer dan jangan
lupa sebelum menutup harus diberikan vaselin terlebih dahulu
19. Ketika alat sudah set semuanya, kita sudah
bisa menyalakan pompa dari kondensor kemudian nyalakan hitting mantelnya juga
LINK VIDEO :
Ekstraksi Pelarut Padat
Dengan Metode Sokhletasi
PERMASALAHAN
1). Jelaskan mengapa pelarut yang berada
dialas bulat harus dilakukan penguapan terlebih dahulu?
2). Mengapa harus dilakukannya
pemberian vaseline pada setiap chamber ekstraktor , kondensor dan termometer? Serta
apa yang terjadi jika praktikan lupa untuk memberikan vaselinnya?
3). Setelah setinggi dengan xifone apa
yang menyebabkan pelarut yang sudan menetes pada chamber turun Kembali ke labu
alas bulat?

Baiklah saya Marwina Apriyanti (A1C119017) Izin menjawab pertanyaan nomor 1. Pelarut harus dilakukan penguapan terlebih dahulu itu karena agar nantinya uap yang dihasilkan dapat mengalir sehingga akan mengenai kondensor maka akan terjadi suatu perubahan dimana uap tadi berubah menjadi cair.
BalasHapusBaiklah saya gadis septyo wulandari dengan nim a1c119026 akan menjawab permasalahan nomor 3. Hal tersebut terjadi karena uap dari pelarut terkondensasi, setelah mencapai tinggi maksimal dimana setinggi dengan xifone maka otomatis pada pelarut akan kembali ke labu dasar bulat
BalasHapusBaiklah saya Ike Sonia (A1C119032) akan menjawab permasalahan nomor 2. Tujuan diberikannya vaseline adalah agar mudah dalam proses memasukkan dan mengeluarkan chamber nantinya. Dimana apabila tidak dilakukan pemberian vaseline, maka akan terjadi kendala atau kesulitan dalam prosesnya
BalasHapus