LAPORAN PERCOBAAN 10 PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

 

Laporan Akhir Hasil Praktikum Pembuatan Sikloheksanon

PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

 

        NAMA   : CYNTIA WIDI UDYA

                                                           NIM        : A1C119011

 

DOSEN PENGAMPU: 

Dr. Syamsurizal., M.Si 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA 

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN 

UNIVERSITAS JAMBI

2021

VII. DATA PENGAMTAN

Prosedur

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1.Pertama-tama mempersiapkan larutan sikloheksanon terlebih dahulu

2.Lalu menunggu 4,5 natrium hidroksida

3.Mencampurkan natrium hidroksida dengan hidroksilamina hidroklorida

4.Diaduk dalam gelas kimia kecil lalu ditambahkan natrium hidroksida dan sedikit air

5.Gunkan air hangat untuk melarutkan larutan

6.Lalu diaduk Kembali selama beberapa menit

1.Larutan sikloheksanon sebagai sampel percobaan

2.Larutan hidroksida sebagai campuran

3.Larutan hidroksilamina hidroklorida sebagai campuran

4.Air hangat untuk melarutkan larutan

5.Air dingin untuk mencuci endapan yang dihasilkan

6.Larutan keton

7.Methanol sebagai bahan untuk membantu melakukan pengurangan senyawa

Untuk membuat hidroksilamina bebas yang akan bereaksi dengan keton

Ada sedikit peningkatan suhu tetapi tidak banyak dan larutan tersebut mengandung basa hidroksil amina bebas dan didalam keton terdapat sikloheksanon dari 1 molar

 

7, Ditambahkan keton cair ke larutan hidroksil amina

8.Foil minimum aidid melton sebagai alat untuk melakukan pengurangan senyawa

9.Gelas kimia  sebagai wadah berlangsungnya percobaan

10.  Spatula untuk memecah gumpalan dalam campuran

11.  Sendok  sebagai alat untuk mengaduk larutan

12.  Pompa  sebagai alat untuk memompa

Untuk menghasilkan lapisan kristal

Menghasilkan reaksi eksotermik menghasilkan suatu uap hidroksilamin dan menghasilkan lapisan kristal serta mengapung didalam gelas kimia reaksinya, membentuk adisi bio sulfit

8, Mengaduknya Kembali sebentar agar fotone dapat bereaksi

9, Gunakan spatula untuk memecah semua gumpalan dalam campuran

10, Biarkan campuran menjadi dingin selama 30 menit

11, Siapkan alat penyaringan untuk melakukan proses penyaringan

12, Cuci endapan yang dihasilkan menggunakan 20 ml air dingin

13, Setealah itu diaduk menggunakan sendok

14, Dikeringkan di pompa selama kurang lebih 15 menit

13.  Alat penyaringan sebagai alat untuk melakukan proses penyaringan

 

Untuk melakukan proses penyaringan ccampuran dan mengeringkannya

Terbentuk sikloheksanon kristal sebanyak 12 gram berwarna  putih yang merupakan hasil kuantitatif

15, Melakukan pengurangan senyawa menggunakan foil minimum aidid melton menggunkan methanol dan air sebagai co

16, Digunakan pelarut untuk lembu dengan menggunakan aluminium foil dengan jumlah 4x  molar yang digabungkan

 

Untuk melakukan proses pengurangan senyawa

Setelah 4 jam didiamkan terjadinya reaksi pada campuran amina

 

VIII. PEMBAHASAN

          Pada percobaan kali ini dilakukan percobaan mengenai pembuatan dari senyawa kimia yaitu berupa sikloheksanon. Pembuatan sikloheksanon kali ini pertama kali yaitu mencampurkan suatu natrium hidroksida dengan hidroksilamina hidroklorida. Tujuannya dilakukannya pencampuran ini adalah untuk membuata larutan hidroksilamina yang bersifat bebas yang akan dengan mudahnya dapat bereaksi dengan senyawa kimia keton.

       Senyawa natrium hidroksida ini memeiliki suatu fungsi berupa yang dapat dikatakan bahwa senyawa natrium hidroksida ini dengan mudah dapat menyerap kelembaban , serta sang mudahnya melarut dalam H2O atau air. Senyawa natrium hidroksida ini merupakan suatu senyawa yang disebut dengan senyawa paling sederhana  karena sangat seringnya dicampurkan dan dipergunakan bersama-sama dengan air serta dapat menghasilkan banyak panas ke suatu lingkungan dan menghasilkan suatu larutan yang tidak adanya warna dan tidak adanya aroma.

          Sedangkan senyawa hidroksilamina hidroklorida ini memiliki peran untuk dapat memepersiapkan sutu oksima yang merupakan suatu gugus yang penting. Serta merupakan suatu zat yang dapat mereduksi beraneka ragam macam reaksi yang bertindak sebagai suatu antioksidan bagi suatu asam lemak. Lalu hasil yang dihasilkan  dengan mencampurkan natrium hidroksida dengan hidroksilamina hidroklorida adalah terbentuknya sedikit peningkatan yang terjadi pada suhu tetapi hanya sedikit dan larutan hasil campuran tersebut mengandung suatu basa hidroksil amina yang bersifat bebas.

          Ketika dicampurkan dan ditambahkan dengan suatu keton yang cair ke larutan hidroksil amina yang bertujuan untuk dapat menghasilkan suatu lapisan yang berbentuk kristal serta untuk dapat melakukan proses penyaringan campuran dan mengeringkannya dan untuk dapat dengan mudahnya melakukan suatu proses untuk mengurangkan senywa tersebut. Dihasilkan suatu reaksi yang bersifat eksotermik yang berupa uap hidroksilamina dan menghasilkan suatu lapisan kristal serta membentuknya adisi reaksi adisi biosulfit. Adanya sikloheksanon yang berbentuk kristal yang berwaana putih dan setelah didiamkan selama waktu 4 jam terjadinya reaksi pencampuran pada senyawa amina tersebut.

IX. PERMASALAHAN

1). Jelaskan mengapa bisa terjadi suatu peningkatan suhu yang tidak banyak pada hasilnya ketika dilakukan pencampuran dengan natrium hidroksida dan hidroksilamina hidroklorida?

2). Faktor apa saja yang dapat membuat suatu hidroksilamina bersifat bebas?

3). Mengapa ketika ditambahkannya keton pada larutan tersebut adanya suatu reaksi adisi bio sulfit?

X. KESIMPULAN

        Berdasarkan percobaan tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :

Suatu pembuatan sikloheksanon ketika dicampurkan dengan natrium hidroksida dan hidroksilamina hidroklorida didapatkan hasil berupa larutan mengandung basa hidroksil amina bebas dengan adanya suatu peningkatan suhu yang tidak banyak dan ketika pembuatan sikloheksanon yang ditambahkan dengan suatu keton cair pada larutan hidroksil amina didapatkan hasil berupa menghasilkan suatu reaksi eksotermik yang mengandung uap hidroksilamin serta menghasilkan suatu lapisan kristal yang mengapung didalam gelas kimia yang membentuk suatu reaksi adisi biosulfit.

XI. DAFTAR PUSTAKA

Fessenden. 1982. Dasar – Dasar Kimia Organik. Jakarta : Bina Aksara.

Harsanto. 2012. Kimia Organik Jilid 1. Jakarta : Erlangga.

Liang. 2012. Kimia Organik. Bandung : SHA Bandung.

Riswayanto. 2009. Kimia Organik Untuk Universitas. Jakarta : Erlangga.

Wilbram. 1992. Pengantar Kimia Organik dan Hayati. Bandung : ITB.

Komentar

  1. Assalamualaikum. Saya Teguh Arizki (A1C119008) akan menjawab permasalah no 1.
    Peningkatan suhu yang terjadi menandakan terjadinya reaksi eksoterm, yang mana natrium hidroksida dan hidroksilamina hidroklorida akan mengeluarkan panas/kalor saat direaksikan.

    BalasHapus
  2. Baiklah perkenalkan saya Ike Sonia (A1C119032) akan menjawab permasalahan nomor 2. Faktor yang membuat hidroksilamina yang bersifat bebas ini yang akan mengakibatkan dengan mudahnya dapat bereaksi dengan senyawa kimia keton.

    BalasHapus
  3. Karena pada penambahan keton tersebut akan terjadi proses yg menghasilkan suatu lapisan yang berbentuk kristal dan untuk dapat melakukan proses penyaringan campuran dan mengeringkannya dan untuk dapat dengan mudahnya melakukan suatu proses untuk mengurangkan senywa tersebut. Inilah yg Dihasilkan suatu reaksi yang bersifat eksotermik yang berupa uap hidroksilamina dan menghasilkan suatu lapisan kristal serta membentuknya adisi reaksi adisi biosulfit.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PERCOBAAN 9 REAKSI-REAKSI FENOL

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 EKSTRAKSI PELARUT