LAPORAN PERCOBAAN 11 PEMBUATAN KROMOTOGRAFI LAPIS TIPIS
Laporan Akhir Hasil
Praktikum Pembuatan Kromotografi Lapis Tipis
PEMBUATAN KROMOTOGRAFI LAPIS TIPIS
NAMA : CYNTIA WIDI UDYA
NIM : A1C119011
DOSEN PENGAMPU:
Dr. Syamsurizal., M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2021
VII.
DATA PENGAMATAN
|
Prosedur |
Fungsi Alat dan Bahan |
Tujuan |
Hasil |
|
1).
Diukur 3 ml butanol , 1 ml etanol, 1 ml amonia 2).
Dimasukkan ke dalam chamber klt Diguncang dengan satu arah larutan tersebut
agar tercampur merata 3).
Dimasukkan kertas saring kedalam Chamber klt. 4).
Disiapkan kertas klt 5).
Ditotolkam sampel pada kertas klt (a) dan yang B sebagi standar ditotolkan
alizarin red pada kertas klt 6).
Diangkat kertas saring yang ditandai kertas saring telah terkena eluen 7).
Dimasukkan kertas klt ke dalam Chamber klt 8).
Ditutup Chamber klt 9).
Diangkat kertas klt dan diukur |
1.
Chamber klt sebagai tempat eluen 2.
Gelas ukur sebagai mengukur
larutan 3.
Pipa kapiler sebagai pentotol fase
diam yaitu alizarin red 4.
Penjepit sebagai penjepit kertas
klt 5.
Kertas klt sebagai alat untuk pentotolkan
fase diam 6.
Pensil untuk menggariskan kertas
klt 7.
Penggaris untuk menggariskan
kertas klt 8.
Pipet tetes untuk mengambil
larutan 9.
Alizarin red sebagai fasa diam 10.
Aquades sebagai pembersih
alat-alat 11.
Butanol , etanol dan amonia sebagai
fase gerak atau eluen |
Untuk
membuat fase gerak Agar
larutan homogen Agar
eluen menjadi jenuh Agar
fase gerak dapat terabsordpsi
dengan fase diam Ditotolkan
pipa kapiler agar sampel
tidak melebar Untuk
melngukur rf pada noda yang
berada dikertas saring |
Jarak
yang ditempuh oleh zat A sebesar A=
2,5 cm B=
4,6 cm Pelarut=
5,5 cm Berdasarkan
hasil perhutungan
nilai Rf zat warna makanan
yang digunakan adalah
0,84 sedangkan nilai Rf standar
yang digunakan adalah
0,45 karena nilai Rf merupakan
karakteristik suatu zat |
VIII.
PEMBAHASAN
Kromotografi ini merupakan suatu teknik
untuk memisahkan suatu campuran dengan suatu perbedaan kecepatannya pada saaat
perambatan dalam suatu komponenn yang diam pada suatu medium yang tertentu. Komponen
pada kromotografi ini dapat dipisahkan dengan dua fase yang disebut dengan
suatu fase diam dan dikenal dengan suatu fase gerak. Teknik pemisahan
kromotografi lapis tipis ini atau dikelnal dengan teknik pemisahan KLT ini digunakan
dengan suatu Teknik yang dapat menyokong pada saat fase tersebut diam yang
berupa suatu lapisan yang berbentuk tipis seperti aluminium dan plat yang
bersifat inert.
Mekanisme pada Teknik kromotografi
lapis tipis ini pada saat fase diam data dikelompokkan kedalam beberapa kromotgrafi
seperti suatu kromotografi serapan yang dapat berupa silica gel, dan suatu
alumina. Lalu kromotografi partisi yang berupa selulosa dan suatu kromotografi
gel yang berupa sesuatu seperti biogel dan sephadex. Proses yang kita kenal
sebagai proses serapan pada Teknik kromotografi lapis tipis ini yang dalam fase
gerak akan terjadi apabila digunakan suatu silica gel serta suatu fase diam
yang lainnya. Nah sistem yang digunakan untuk menentukan suatu pilihan suatu
pelarut harus sesuai dengan aturan pada teknik kromotografi.
Untuk dapat mengidentifikasi dan
menentukan kromotografi lapis tipis ini merupakan sesuatu hal yang sangat
penting karena dapat mempermudah perlakuan dalam Teknik kromotografi lapis
tipis ini. Percobaan yang dilakukan dengan kromotografi lapis tipis ini
menggunakan suatu zat penyerapan yang berupa suatu lapisan tipis berupa
serbuakan yang bersifat halus yang sudah dilapisi dengan suatu lempengan kaca, plastic
maupun suatu logam. Yang biasanya digunakan pada suatu lempengan kaca dengan Teknik
kromotografi lapis tipis dapat dilakukan suatu penukaran ion untuk cara
pemisahannya.
Fase diam pada pada Teknik percobaan
kromotografi lapis tipis ini adalah suatu seragam yang ada pada permukaan yang
berupa bidang datar merupakan suatu plat yang berupa aluminium. Suatu pelaksanaannya
dilakukan dengan suatu cara yang sangat menarik atau menurun ataupun dengan
suatu elusi pada dua dimensi. Faktor-faktor pada pemisahan kromotografi lapis
tipis yang membuat kegagagalan pada percobaanya adalah suatu konsentrasi dengan
suatu komposisi larutan yang dipergunakan tidak tepat yang dapat menyebabkan suatu
nilai Rf nya menjadi tergagnggu.
IX.
PERMASALAHAN
1).
Medium yang bagaimanakah yang dapat merambat pada komponen kromoyografi lapis
tipis ini ?
2).
Mengapa harus dilakukan penukaran ion pada percobaan KLT ?
3).
Jelaskan apa yang membuat teknik kromotografi lapis tipis ini haru sesuai pada
sistem pelarutnya?
X.
KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan tersebut,
maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1. Analisis zat pewarna makanan dengan metode
alizarin red dengan fase diam plat alumina dan fase gerak campuran amonia,
etanol dan butanol dengan prinsip kerja yaitu memisahkan sampel berdasarkan
perbedaan kepolaran antara sampel dengan pelarut yang digunakan.
2.
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai Rf zat warna makanan yang
diteliti adalah 0,84 sedangkan zat warna standar yang digunakan adalah 0,45.
Setelah dibandingkan menemukan hasil bahwa, zat warna yang diteliti bukan
merupakan zat warna alizarin red.
XI.
DAFTAR PUSTAKA
Astin.
2006. Kimia Organik Edisi Kesebelas. Jakarta : Erlangga.
Suhaimin.
2012. Kadar Larutan Menggunakan Metode KLT. Jakarta : UI Perss.
Subagyo.
2005. Kromotografi Lapis Tipis Bab III. Yogyakarta : UGM.
Syukri.
1999. Dasar – Dasar Kimia Organik. Jakarta : Bina Aksara.
Wiryawan.
2008. Pengembangan Analisis Spot Secara Kuantitatif Pada Metode Kromotografi
Lapis Tipis Menggunakan Lab
VIEW. Surabaya : Jurnal Universitas Jember.

baiklah saya mitha udhiyah dengann nim A1C119006 izin menjawab pertayaan nomor 3. pada kromatografi lapis tipis ini kepolaran dari suatu senyawa sangat berpengaruh karena jika suatu pelarut yang bersifat polar akan menghilangkan pelarut yang tidak polar dari ikatannya dengan alumina
BalasHapusbaiklah saya Desi Anis Satriani dengan NIM A1C119014 akan mencoba menjawab pertanyaan no 2. penukaran ion ini berfungsi untuk memisahkan anion. Molekul yang terikat kemudian dapat dielusi dan dikumpulkan menggunakan eluant yang mengandung anion dan kation dengan menjalankan konsentrasi ion yang lebih tinggi melalui kolom atau mengubah pH kolom.
BalasHapusBaiklah saya Sinta Marliya dengan NIM A1C119002 akan mencoba mennjawab permasalahan nomor 1
BalasHapusmedium yang terdapat pada kromatografi ini yaitu fase gerak dan fase diam