LAPORAN PERCOBAAN 12 PEMBUATAN KROMOTOGRAFI KOLOM

 

Laporan Akhir Hasil Praktikum Pembuatan Kromotografi Kolom

PEMBUATAN KROMOTOGRAFI KOLOM

 

        NAMA   : CYNTIA WIDI UDYA

                                                           NIM        : A1C119011

 

DOSEN PENGAMPU: 

Dr. Syamsurizal., M.Si 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA 

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN 

UNIVERSITAS JAMBI

2021

VII. DATA PENGAMATAN

Prosedur

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

Kromotografi Kolom Bagian 1

1). Siapkan 4 bejana KLT yang diisi dengan 4 fase gerak yang berbeda

2). Siapkan 4 plat KLT dengan ukuran 3 x 10 cm, beri tanda batas bawah 1,5 cm dan batas atas 0,5 cm

3). Siapkan larutan baku EPMS dan larutan sampel ekstrak rimpang kencur

4). Totolkan larutan baku EPMS sebanyak 2 miu L dan ekstrak rimpang kencur sebanyak 4 miu L pada masing-masing plat KLT

5). Buat jarak antar noda 1,5 cm. usahakan diameter noda yang terbentuk tidak lebih dari 0,3 cm

6). Masukkan plat KLT pada bejana  yang sudah dijenuhkan

7). Eluasi hingga batas atas plat KLT

8). Visualisasi plat KLT dibawah UV 254 nm

9). Beri tanda noda yang terlihat dan hitung derajat keterpisahan alpha dari EPMS terhadap noda terdekat.

Bejana KLT, fungsi : wadah tempat fase gerak

Plat KLT, fungsi : tempat fase diam

Larutan baku EPMS,fungsi:

Larutan ekstrak rimpang kencur : sebagai sampel

 

 

 

Disiapkan KLT bejana dengan tujuan untuk dijenuhkan

 

 

 

 

 

 

Disiapkan larutan untuk ditotolkan ke plat KLT

 

 

Ditotolkan untuk memberi noda pada plat KLT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dimasukkan agar terjadi elusi

 

 

 

 

 

 

 

Diberi tanda untuk menandakan noda dan mempermudah perhitungan

 

 

Berdasarkan hasil KLT fase gerak yang dipilih adalah :

1. Derajat keterpisahan antara senyawa target (EPMS) dengan noda terdekat adalah alpha lebih besar sama dengan 1,5

2. Tidak tailing

3. Nilai RF senyawa target (EPMS) 0,4-0,5

Kromotografi Kolom Bagian 2

1). Timbang silica gel sebanyak 50 gram

2). Masukkan silica gel kedalam labu Erlenmeyer

3). Tambahkan fase gerak terpilih hingga semua silica gel terbasahi

4). Aduk dengan batang pengaduk

5). Tutup dengan aluminium foil

 

6). Goyangkan labu Erlenmeyer untuk membantu supaya silica gel terbasahi secara merata dengan eluen

7). Tuangkan campuran silica gel dan eluen kedalam kolom dengan bantuan corong gelas

8). Buka stopper dibagian bawah kolom untuk mengeluarkan eluen

9). Jika masih ada sisa silica gel didalam labu Erlenmeyer, ditambahkan lagi eluen dan masukkan kedalam kolom

10). Tutup stopper dibagian bawah kolom

11). Pastikan eluen dalam kolom terisi penuh, kemudian tutup dengan aluminium foil dan rekatkan dengan karet gelang

12). Diamkan selama 1-2 jam sebelum digunakan (pada praktikum kali ini kolom dibiarkan selama 7 hari sebelum digunakan)

13). Siapkan 0,5 gram ekstrak rimpang kencur dan 0,5 gram silica gel

14). Tambahkan silica gel sedikit demi sedikit kedalam ekstrak

15). Aduk dengan spatula hingga homogen dan ekstrak menjadi kering (menjadi serbuk)

16). Buka penutup aluminium foil dari kolom

17). Keluarkan eluen dari kolom dengan cara membuka stopper dari bagian bawah kolom

18). Keluarkan eluen hingga batas 0,5 cm dari permukaan atas fase diam

19). Tutup stopper

 

20). Masukkan sampel kering kedalam kolom dan pastikan sampel terdistribusi merata diatas kolom

21). Siapkan silica gel sebanyak 0,5 gram dan masukkan kedalam kolom

 

22). Tambahkan eluen melalui dinding kolom dengan bantuan pipet Pasteur

23). Alirkan eluan dan tampung dalam baker

24). Beberapa ml eluan yang keluar pertama kali dari kolom belum mengandung senyawa kimia dari ekstrak, oleh karena itu tampungan ini bisa dibuang

25). Umumnya sekitar 50% dari volume kolom

26). Selanjutnya tampung fraksi dalam fial yang sudah ditara sebanyak 10 ml dan sudah ditandai dengan nomor

27). Atur kecepat alir 1 tetes per detik

30). Jika sudah penuh 10 ml ganti dengan vial berikutnya

31). Tutup vial dengan aluminium foil dan lubangi atasnya dengan bantuan jarum

32). Biarkan hingga Sebagian besar eluen menguap.

Silica gel, fungsi : sebagai fase diam

Labu erlenmeyer , fungsi : tempat campuran silica gel dan fase gerak

Batang pengaduk, fungsi : mempercepat campuran silica gel dan fase gerak

Alumunium foil , fungsi : menutup labu erlenmeyer

Kolom, fungsi : tempat terjadinya pemisahan

Corong gelas,fungsi : alat bantu memindahkan silica gel dan eluen

Karet gelang, fungsi : merekatkan aluminium foil sebagai penutup

Eluen, fungsi : sebagai fase gerak

Pipet Pasteur, fungsi : alat membantu memindahkan eluen

Beker, fungsi : tempat menampung eluen

Jarum, fungsi : melubangi aluminium foil

 

 

 

Untuk mempersiapkan silica gel

 

 

Ditambahi fase gerak dengan tujuan agar silica gel basah

 

Diaduk dengan tujuan agar larutan homogen

Ditutup dengan tujuan agar larutan tidak terkontaminasi

Digoyangkan dengan tujuan agar silica gel homogen dengan uluen

 

Untuk mempersiapkan langkah selanjutnya

 

 

Dibuka dengan tujuan untuk mengeluarkan eluen

 

 

 

 

 

 

 

Untuk memberhentikan keluarnya eluen

Hal ini untuk memastikan agar kolom tidak kering selama penyimpanan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk mempersiapkan sampel percobaan

 

Ditambahkan untuk mencampurkan kedua sampel

 

Diaduk dengan tujuan agar homogen dan terbentuk serbuk

 

 

Untuk melakukan pemisahan kromatografi kolom

Mengeluarkan eluen hingga batas 0,5 cm dari atas fase diam

 

 

 

 

 

 

Menghentikan kalurnya eluen

Untuk mencampurkan sampel

 

 

 

Hal ini untuk melindungi ekstrak supaya tetap rata pada saat ditambahkan eluen

Untuk mencampurkan sampel

 

Dialirkan agar eluen keluar

 

Hasil eluen yang ditampung dibuang karena mengandung senyawa kimia dari ekstrak

 

 

 

 

 

 

 

Untuk memisahkan fraksi ke dalam fial-fial yang sudah dipersiapkan

 

 

 

 

 

 

 

Ditutup dengan aluminium dan dilubangi dengan bantuan jarum dengan tujuan agar eluen menguap

Berdasarkan  hasil KLT dari 4 fase gerak (video kromotografi kolom bagian 1) diperoleh fase gerak terpilih adalah n-heksana : etil asetat (4 : 1)

Kombinasi ini terpilih karena :

1. Derajat keterpisahan antara senyawa target EPMS dengan noda terdekat adalah alpha lebih besar sama dengan 1,5

2. Tidak tailing

3. nilai Rf senyawa target (EPMS)  0,4-0,5.

 

Setelah beberapa hari tampungan akan menguap , jika hasil tampungan mengering maka perlu ditambahkan eluen beberapa tetes

 

 

 

VIII. PEMBAHASAN

          Proses pada sampel kolom merupakan suatu proses pada kromotografi yang dimana zat-zat pada adsorbsinya mempengaruhi hasil dari suatu resolusinya terhadap suatu zat terlarutnya dan juga hasil akhir dari sampel tersebut dinamkan dengan suatu kromotogram. Metode yang digunakan pada percobaan kali ini adalah metode kromotografi kolom yang sering sekali digunakan dikarenakan dapat dengan mudah untuh menjadi pemisaha antara senyawa yang digunakan dengan porsi yang banyak.

          Kromotografi kolom pada percobaan ini memiliki prinsip yang berupa komponeen kimianya akan terjadi suatu peristiwa yang berupa terdapatnya suatu fase gerak dan fase diam yang dapat berelusi. Eluen dalam kromotografi kolom ini menjadi suatu penetralisasi yang akan berperan dalam suatu silica gel didalam proses fase diam yang akan diisolasi.

          Percobaan ini menggunakan suatu metode dalam kromotografi kolom yang berupa menggunakan suatu metode basah, ddipakainya atau dipilihnya cara basah pada percobaan ini dikarenakan cara basah memiliki keefektifan yang banyak daripada dengan metode kromotografi kolom lainnya. Nah eluen akan dilarutkan untuk dapat memisahkan suatu komponen pada suatu kecepatan yang memiliki suatu gerakan yag tinggi pada setiap permenitnya.

          Pada suatu proses yang terjadi didalam silica yaitu dapat dikatakan sebagai suatu proses pengemasan dengan suatu cara yang sudah ditentukan oleh praktuikan yaitu menggunakan cara basah dengan. Proses tersebut terjadi apabila silica gel dicampurkan dengan ditambahkan suatu pelarut kedalam suatu gelas kimia dan diaduk sampai akhirnya pelarut tersebut menutupi pori-pori yang terbuka tersebut dari suatu silicanya.

IX. PERMASALAHAN

1). Jelaskan mengapa pada roses pengemasan silica gel harus menunggu pori-pori dari pelarut menutup?

2). Mengapa eluen harus dialirkan pada kecepatan yang tinggi?

3). Ketika eluen mengalir mengelusi sampai menyusuri fase, kenapa harus memanfaatkan gaya gravitasi?

X. KESIMPULAN

          Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan

Kromotografi kolom adalah suatu metode pemisahan fisik yang dimana komponen-komponenya dilakukan dengan cara pemisahan dan akan didistribusikan diantara dua fase, yaitu fase diam danfase gerak. Yang dimana fase diamnya berupa zat dalam bentuk padat dan fase geraknya berupa zat dalam bentuk cair ataupun gas. Metode kromotografi ini dapat menganalisis suatu senyawa berdasarkan kualitatif ataupun kuantitatif. Kelebihan dari metode kolom ini sendiri karena banyak digunakan oleh orang dikarenakan dapat digunakan sebagai analisi dan aplikasi preparative serta dapat menentukan sejumlah komponen dalam senyawa dan sebagai pemisahan dan purivikasi yang dapat membuat kolom sesuai dengan sampelnya.

XI. DAFTAR PUSTAKA

Kasiman. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Jakarta : Erlangga.

Khopkar. 2008. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta : UI-Press.

Najib. 2013. Analisis Kimia Kuantitatif. Jakarta : Erlangga.

Sudjadi. 1986. Kimia Analisis Kunatitatif Organik. Jakarta : Kedokteran EGC.

Sarker. 2006. Pengantar Kromotografi. Bandung : ITB.

Komentar

  1. baiklah saya mitha udhiyah dengan nim A1C119006 izin menjawab pertanyaan nomor 3. pada saat eluen mengalir mengelusi sampai menyusuri fase, dimanfaatkan gaya gravitasi agar pemisahan-pemisahan yang dilakukan dapat terjadi dengan baik dan hasil yang didapatkan juga lebih baik

    BalasHapus
  2. baiklah saya Desi Anis Satriani dengan NIM A1C119014 akan mencoba menjawab pertanyaan no 2. eluen harus dialirkan pada kecepatan yang tinggi agar pemisahan-pemisahan yang dilakukan dapat terjadi dengan baik dan hasil yang didapatkan juga lebih baik

    BalasHapus
  3. baiklah saya Lenny Friskha Tamba (A1C119035) akan menjawab pertanyaan no.1
    agar mendapatkan hasil yang maksimal dan cara untuk menutup pori-pori silika gel ini dengan dicampurkan dengan ditambahkan suatu pelarut kedalam suatu gelas kimia dan diaduk sampai akhirnya pelarut tersebut menutupi pori-pori yang terbuka tersebut dari suatu silicanya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PERCOBAAN 9 REAKSI-REAKSI FENOL

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 EKSTRAKSI PELARUT