LAPORAN PERCOBAAN 13 EKSTRAKSI PELARUT

 

Laporan Akhir Hasil Praktikum Ekstraksi Pelarut

EKSTRAKSI PELARUT

 

        NAMA   : CYNTIA WIDI UDYA

                                                           NIM        : A1C119011

 

DOSEN PENGAMPU: 

Dr. Syamsurizal., M.Si 

 

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA 

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN 

UNIVERSITAS JAMBI

2021

VII. DATA PENGAMATAN

Prosedur

Fungsi Alat dan Bahan

Tujuan

Hasil

1. Nyalakan heating mantle

2. Alirkan air ke kondensor

3. Pelarut yang berada dialas bulat diuapkan mengalir ke bie pas side ams

4. uap yang sudah mengalir dari bie pas side ams akan mengalir mengenai kondensor atau pendingin

5. Kemudian akan menetes kembali membasahi timbal

6. Pelarut dibiarkan setetes demi setetes samapi setinggi xifone

7. Ditimbang labu alas bulat beserta batu didihnya dengan menggunakan neraca analitik

8. Kemudian timbang kertas saring yang sudah bersih dengan menggunakan neraca analitik

9. dicatat berapa hasil timbangan yang didapatkan

10. Timbang sampel sebanyak kurang lebih 10 g

11. Dicatat berapa jumlah yang ditimbang

12. Dimasukkan sampel ke dalam chamber ekstraktor dan kondensor dipasang kembali serta jangan lupa untuk memakaikan vaselin terlebih dahulu

13. Pastikan kondesor dalam keadaan sudah lurus

14. Pastikan serangkaian alat ekstraksi soklet ini dalam kondisi lurus

15. Ukur volume pelarut etanol yang akan digunakan yaitu sebanyak 200 ml

16. Kemudian dituangkan kedalam RBF

17. Setelah pelarut dimasukkan, masukkan juga batu didih

18. Kemudian tutup dengan termometer dan jangan lupa sebelum menutup harus diberikan vaselin terlebih dahulu

19. Ketika alat sudah set semuanya, kita sudah bisa menyalakan pompa dari kondensor kemudian nyalakan heating mantlenya juga

 

1. Heating Mantle yang digunakan untuk memanaskan

 

2. Kondensor berfungsi sebagai pendingin serta mempercepat proses pengembunan

 

3. Labu Alas Bulat atau Labu RBF  digunakan tempat menampung pelarut dan ekstrak hasil ekstraksi

 

4. Statif dan klem untuk menyangga alat soxhlet agar tidak goyang atau jatuh

 

5. Neraca analitik untuk menimbang alat dan sampel

 

6. pipa keran digunakan sebagai tempat air yang dikeluarkan

 

7. Xifone berfungsi sebagai tempat lewatnya siklus

 

8. Gelas ukur untuk mengukur banyaknya etanol yang digunakan

 

9. Biker glass sebagai wadah pelarut etanol

 

10. Corong gelas berfungsi untuk membantu proses memasukkan etanol  ke dalam chamber esktraktor

 

11. Batang Pengaduk berfungsi untuk memindahkan sampel

 

12. Batu didih berfungsi untuk meratakan panas dan tidak terjadi percikan

 

13. Kertas saring berfungsi untuk membungkus sampel yang akan dianalisis

 

14. Termometer untuk mengukur suhu

 

15. Kulit manggis digunakan sebagai sampel ekstraksi

 

16. etanol sebagai pelarut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Agar terjadi perubahan bentuk dari uap menjadi cair

 

 

 

Dapat melarutkan zat yang diekstraksi

 

Setelah setinggi xifone pelarut yang sudah menetes di chamber akan turun Kembali ke labu alas bulat dan akan menghasilkan satu siklus

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Agar ketika dipanaskan tidak terjadi percikan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pelarut yang menetes kedalam ekstraktion chamber akan mengenai sampel yang ada didalam timbal dan akan mengekstrak senyawa yang ada didalam sampel tersebut dan pelarut akan melewati xifone dan jika xifone telah mencapai permukann xifone maka seluruh cairan pelarut akan turun kembali ke labu alas bulat .

 

Jumlah siklus sokhletasi pada percobaan ini adalah 8 siklus sokhletasi.

 

Massa kertas saring = 1,6389 gram

Massa kertas aring + bahan = 12, 3160 gram

Massa RBF kosong + batu didih = 165, 0478 gram  

VIII. PEMBAHASAN

              Pada percobaan kimia organic kali ini kita menggunakan suatu metode yang disebut dengan ekstraksi pelarut yang dimana adalah suatu pemisahan yang prosesnya bergantung dengan perbedaan kelarutannya. Proses pada ekstraksi pelarut ini terjadi pada zat terlarut yang dimana antara fasa cair yang tidak dapat bercampur, metode ekstraksi ini merupakan suatu teknik pemisahan yang sangat baik bagi suatu zat-zat dalam kimia organic. Serta pada percobaan kali ini praktikan menggunakan jenis ekstrasi padat cair pada suatu pelarut. Kita ketahui bahwa percobaan dengan menggunakan metode atau teknik ekstraksi pelarut ini didasari pada suatu distribusi yang kita kenal sebagai distribusi nerst yang menyatakan bahwa suatu pelarut akan menjadi dua zat pelarut yang tidak dapat bersatu dalam suatu keadaan yang sama.

             Proses ekstraksi pelarut pada percobaan ini menggunakan etanol sebagai sebuah pelarutnya serta kulit manggis sebagai suatu sampel yang akan diekstraksi. Penyarian ini adala suatu pemisahan dengan bahan yang bersifat padat maupun bahan yang bersifat cair dengan bantuan suatu pelarut. Karakteristik dari suatu pelarut tersebut , yaitu dengan mudah dapat mengekstrak suatu substansi yang ingin didaptkan melalui suatu bantuan dengan menggunakan material lainnya. Sifat pada suatu pelarut yang cock untuk digunakan adalah suatu pelarut yang mampu melarutkan zat yang cukup tinggi terhadap suatu zat yang akan diekstraksi.

 

            Sifat yang dimiliki kepolaran dari suatu pelarutnya harus sesuai dengan suatu kepolaran pada suatu senyawa yang akan kita ekstraksi. Serta pula harus dilakukannya suatu titrasi agar massa dari suatu etanol yang berupa pelarut dapat mengalami proses pendistribusian pada suatu pelarut yang organic dan pada suatu pelarut air. Titrasi terjadi agar waktu kita sedang melakukan percobaan praktikan dapat tahu mengenai suatu konsentrasi serta massa suatu pelarutnya Ketika akan dilakukan suatu ekstraksi pada suatu pelarut organic. . Dimasukkan sampel ke dalam chamber ekstraktor dan kondensor dipasang kembali serta jangan lupa untuk memakaikan vaselin terlebih dahulu lalu Ukur volume pelarut etanol yang akan digunakan yaitu sebanyak 200 ml Setelah pelarut dimasukkan, masukkan juga batu didih ,Kemudian tutup dengan termometer dan jangan lupa sebelum menutup harus diberikan vaselin terlebih dahulu .

            Yang dimana didapatkan hasil pada percobaan menggunakan  proses ekstraksi pelarut yang berupa Pelarut yang menetes kedalam ekstraktion chamber akan mengenai sampel yang ada didalam timbal dan akan mengekstrak senyawa yang ada didalam sampel tersebut dan pelarut akan melewati xifone dan jika xifone telah mencapai permukann xifone maka seluruh cairan pelarut akan turun kembali ke labu alas bulat. Serta didaptkan suatu siklus pada proses ekstraksi pelarut menggunakan teknik sokhletasi adalah sebanyak 8 siklus sokhletasi.

IX. PERMASALAHAN

1). Bagaimanakah prinsip pada proses ekstrasi pelarut ini?

2). Apa saja keefesienan perbedaan dari pelarut etanol dan asam asetat? Serta mengapa pada ekstraksi pelarut ini banyak yang menggunakan pelarut asam asetat daripada pelarut etanol?

3). Mengapa dalam mengekstrak suatu pelarut harus menngunakan bantuan berupa material pada bahan lainnya?

X. KESIMPULAN

            Berdasarkan percobaan ekstraksi pelarut tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :

Ekstraksi merupakan prosedur pemisahan yang menggunakan  prinsip perbedaan kelarutan dalam sistemnya. Proses pemisahan ekstraksi pelarut merupakan prosedur  pemisahan yang menggunakan media pelarut dalam menentukan kuantitas ekstrak yang akan dipisahkan.  Ekstraksi pelarut menyangkut distribusi suatu zat trlarut (solut) diantara 2 fasa cair yang tidak saling bercampur teknik ekstraksi sangat berguna untuk pemisahan secara cepat dan bersih baik untuk zat organic maupun untuk zat anorganik.

XI. DAFTAR PUSTAKA

Anam. 2010. Metode Fitokimia. Bandung : ITB.

Rachman. 2009. Ekstraksi Oleoresin Jahe Kajian dari Ukuran Bahan, Pelarut, Waktu dan Suhu.

                          Jurnal Kimia. Vol. 12, No.2 . ISSN 1411-2817.

Pramudono. 2008. Reaksi Kontinyu Dengan Simulasi Batch Tiga Tahap Aliran Ekstaraksi air.

                        Jurnal Sains dan Teknologi. Vol. 3, No. 1.

Sowandi. 2016. Kimia Organik Ekstraksi. Jakarta : Deepublish.

Sudjadi. 1986. Metode Pemisahan. Yogyakarta : UGM Press.

 

Komentar

  1. Baiklah saya Marwina Apriyanti (A1C119017) Izin menjawab pertanyaan nomor 1. Prinsip dasar ekstraksi pelarut adlaah mengambil keuntungan dari kelarutan zat yang berbeda untuk diekstraksi. Campuran senyawa yang akan diekstraksi dilarutkan dlaam pelarut.

    BalasHapus
  2. Baiklah saya gadis septyo wulandari dengan nim a1c119026 akan menjawab pertanyaan nomor 3. Dimana disini dibutuhkan bahan lainnya yaitu simplisia karna simplisia tersebutlah yang akan di ekstrak dengan menggunakan pelarut yang sesuai dimana pada percobaan tersebut simplisia yang digunakan yaitu kulit manggis

    BalasHapus
  3. Baiklah saya Ike Sonia (A1C119032) akan menjawab permasalahan nomor 2. Antara pelarut asam asetat dan pelarut etanol etanol tentunya berbeda, dimana mereka memiliki sifat yang berbeda. Nah pemilihan pelarut yang akan digunakan ini didasarkan pada kesamaan sifat polaritas sehingga ekstraksi akan dapat terjadi

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PERCOBAAN 9 REAKSI-REAKSI FENOL

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 PEMBUATAN SIKLOHEKSANON

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK 1 EKSTRAKSI PELARUT